Jemaah Haji Gelombang II yang Sakit Dipindahkan dari KKHI Makkah ke Madinah
·waktu baca 2 menit

Jemaah haji gelombang II yaitu tiba belakangan di Makkah, terus diberangkatkan secara bertahap ke Madinah. Seperti jemaah gelombang I, mereka akan berada di Madinah sekitar 9 hari.
Pemberangkatan juga dilakukan terhadap jemaah Gelombang II yang sedang dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Mereka mulai dipindahkan ke KKHI Madinah, mengikuti kloter asalnya.
Pemindahan dimulai Jumat (22/7). Sebanyak dua jemaah haji yang dimobilisasi perdana ini berasal dari kloter JKG 26 dan BTH 05. Proses evakuasi menggunakan satu unit ambulans jenis GMC, didampingi satu dokter, yaitu dr. Iwanda Adi Warman, dan satu orang perawat, Badman Kadjim Marine.
“Karena jemaah sakit, jadi tidak bisa berangkat bersama kloter. Sesampainya di KKHI Madinah, kondisi jemaah akan dievaluasi kembali. Kalau memang hasilnya bagus, bisa saja dikembalikan ke kloter. Kalau tidak, dilanjutkan perawatan di KKHI Madinah,” ujar Kepala KKHI Makkah, dr. Andi Ardjuna Sakti, dalam rilis Kemenkes.
Proses mobilisasi jemaah sakit ke Madinah dilengkapi dengan dokumen perjalanan yang dibutuhkan jemaah dan petugas. Sebab waktu tempuh Makkah ke Madinah adalah 6 jam perjalanan.
Jemaah juga dilengkapi dengan obat-obatan yang dibutuhkan selama perjalanan, serta emergency kit untuk kondisi kegawatdaruratan. “Dokumen perjalanan dan kebutuhan lainnya sudah dipersiapkan untuk perjalanan,” kata penanggung jawab evakuasi, dr. Andi Poernama Timoer, M.H.
Selain evakuasi, proses yang sedang dilakukan KKHI Makkah adalah tanazul, yaitu memulangkan jemaah yang sakit ke Tanah Air lebih awal, tergantung kekosongan bangku pesawat yang akan berangkat.
Hingga Jumat (22/7), KKHI Makkah menerima 83 usulan baik tanazul maupun evakuasi. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 17 jemaah sudah mengikuti proses tanazul, sementara 14 jemaah haji mengikuti proses evakuasi.
“Dilihat kondisi kesehatan jemaah di kloter. Ada yang dimungkinkan untuk tanazul evakuasi, ada juga yang mengiringi rombongannya ke Madinah karena merupakan jemaah gelombang kedua,” ujar dr. Ardjuna.
Tidak semua jemaah tanazul evakuasi dapat dipulangkan atau dimobilisasi sesuai jadwalnya, dikarenakan berbagai kondisi.
“Ada yang batal karena jemaah wafat. Ada juga yang tunda karena terjadi penurunan kesadaran dan kondisi lainnya,” tambahnya.
Proses tanazul dan evakuasi di KKHI Makkah akan berlangsung hingga 4 Agustus 2022, sementara proses tanazul evakuasi di KKHI Madinah akan berlangsung hingga 14 Agustus 2022.
-----------------
Ikuti informasi seputar haji 2022 langsung dari Arab Saudi dalam Kabar Haji 2022 hanya di kumparan.
