Jemaah Haji Harus Ingat: Jaga Kebugaran untuk Wukuf, Jangan Forsir Ibadah Sunah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat melaksanakan wukuf arafah di luar kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (8/7/2022). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat melaksanakan wukuf arafah di luar kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (8/7/2022). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

Ibadah haji membutuhkan fisik yang pria. Biasanya, jemaah lupa ibadah haji utamanya ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) malah sibuk jalankan ibadah sunah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo mengatakan, yang kerap terjadi, jemaah terlalu sibuk menjalankan ibadah sunah, seperti umrah sunah hingga salat di Masjidil Haram dan Masjid nabawi. Padahal, jemaah harus menjaga stamina untuk menjalani masyair di Armuzna.

"Yang mesti kita kawal kan pada saat itu jemaah harusnya dalam puncak kebugarannya bukan dalam puncak kelelahannya. Itu yang kita minta pra Armuzna jemaah haji ini dijaga kesehatannya supaya mereka tetap bugar terus dan pas di Armuznanya mereka berada di puncak kebugaran," kata Liliek di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (11/4) malam.

"Jangan sebelum Armuzna digeber dengan kegiatan umrah sunah setiap hari pergi ke masjid," ujar dia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo. Foto: Kemenag RI

Liliek mengatakan, imbauan itu terutama bagi jemaah haji lansia atau yang tidak memiliki kebugaran yang cukup. Daripada memaksakan ikut ibadah sunah, lebih baik menyiapkan fisik untuk menjalani puncak haji.

"Kalau yang sehat silakan tapi kalau jemaah yang tenaganya berkurang jangan dipaksakan harus disesuaikan," ucap dia.

Padatnya jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah, pada Ramadhan 2023. Foto: gph.gov.sa

Liliek memastikan setiap kloter disiagakan tenaga kesehatan dan perawat yang terus menemani kegiatan jemaah. Dokter bisa memeriksa secara berkala khususnya kepada jemaah yang memiliki gangguan kesehatan.

"Kalau mereka mengalami gangguan kesehatan bisa langsung konsultasi kepada tenaga kesehatan dan juga mereka merasa sebaiknya jangan ke masjid, sebaiknya di sini saja. Sebab kalau dipaksakan risiko yang menanggung mereka sendiri," tutup dia.