Jemaah Haji Harus Waspada: Demensia Bisa Kena yang Muda, tapi Bukan Azab

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah. Foto: Dok. Media Center Haji
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah. Foto: Dok. Media Center Haji

Demensia menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami jemaah haji Indonesia. Ada banyak faktor yang menyebabkan demensia muncul, tapi ini bukan azab.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah, Edi Supriyatna, mengatakan gangguan demensia muncul disebabkan salah satunya faktor kelelahan dan cuaca yang lebih panas dibandingkan di Indonesia.

"Cuaca panas ini menyebabkan dehidrasi yang kemudian berdampak pada demensia waktu dan tempat bagi seseorang," ujar Edi di kantor KKHI Makkah.

Edi Supriyatna Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Haji Daker Madinah Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Edi mengungkapkan gangguan kesehatan demensia bisa menimpa siapa saja bukan hanya jemaah haji lansia, tetapi juga seluruh jemaah, termasuk yang tergolong muda.

Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengimbau kepada jemaah haji agar menjaga kesehatan, salah satunya dengan minum air putih yang cukup agar tidak dehidrasi.

Pembimbing Ibadah (Musytasyar Din) PPIH Arab Saudi, Abdul Moqsith Ghazali. Foto: Moh Fajri/kumparan

Mustasyar Diny PPIH Arab Saudi, Abdul Moqsith Ghazali, juga buka suara terkait beberapa jemaah haji demensia yang dinilai kerap berperilaku dan berpikir aneh. Misal ada yang tiba-tiba ingin pulang, teringat ladang dan hewan ternaknya di kampung, dan lain-lain.

Moqsith mengakui masih ada yang menganggap bahwa kejadian di Tanah Suci merupakan balasan kelakuan seseorang selama di Tanah Air.

Moqsith mengajak masyarakat berpikir jernih atas apa yang terjadi atau dialami oleh jemaah haji. Hal ini juga untuk memberikan rasa tenang, baik bagi jemaah haji itu sendiri maupun keluarganya.

"Itu bukan azab. Kita perlu memahami kondisi jemaah haji yang memerlukan penyesuaian. Apalagi kondisi Saudi panas dan mereka habis perjalanan jauh," kata Moqsith saat memberikan pandangan keagamaan tentang ibadah haji di Makkah, Minggu (18/5).