Jemaah Haji Kloter Awal Akan Tinggalkan Kota Makkah: Bahagia dan Sedih Jadi Satu
ยทwaktu baca 3 menit

Rangkaian ibadah haji telah selesai. Kelompok terbang (kloter) awal mulai meninggalkan Kota Makkah untuk kembali ke Tanah Air.
Kloter SOC 02 asal Temanggung dan Magelang menjadi rombongan jemaah pertama yang akan pulang ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah menuju ke Bandara Adi Sumarmo Solo.
Jemaah diberangkatkan menggunakan bus dari hotel tempat mereka menginap di Hotel 412 di wilayah Raudhah, Makkah, Jumat (21/6/2024). Mereka akan bermalam di Madinah dan terbang ke Indonesia pada Sabtu (22/6/2024) pukul 10.30 WAS.
Salah satu jemaah, Kurnia Nur (44 tahun), menangis bahagia. Dia begitu bersyukur bisa menjadi tamu Allah, melaksanakan rangkaian haji hingga selesai dan akan kembali ke Tanah Air.
"Alhamdulillah senang sekali bisa ke Baitullah. Apa pun tidak ada kendala yang berarti, semuanya bisa teratasi dengan aman dan nyaman. Kami jemaah merasa sangat dimuliakan," ujarnya sambil mengusap air matanya.
Kurnia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan para petugas haji yang sudah bekerja tak kenal lelah membantu para jemaah.
"Terima kasih Kemenag, terima kasih para petugas haji, semoga menjadi amal saleh," doa Kurnia.
Kloter Solid
Sementara itu, Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat yang ikut melepas para jemaah mengatakan Kemenag sudah menyiapkan dengan matang proses pemulangan jemaah ke Tanah Air.
"Alhamdulillah, seluruh persiapan kaitan dengan rencana kepulangan ini sudah siap," ucap Arsad.
Jumlah jemaah Kloter SOC 02 yang akan pulang ke Tanah Air ini berjumlah 360 orang ditambah dengan lima petugas haji. Arsad bersyukur jemaah haji yang tergabung dalam kloter ini tidak ada satu pun jemaah yang wafat selama melaksanakan proses ibadah haji.
"Tidak ada satu pun yang wafat. Alhamdulillah ini luar biasa. Jadi kloternya solid, mereka juga luar biasa menjaga betul dan ikut aturan-aturan yang disampaikan oleh Kementerian Agama," katanya.
Tidak Bawa Zamzam
Arsad juga mengingatkan kepada jemaah untuk tidak membawa air zamzam di dalam koper ataupun tas kabin. Selain itu jangan membawa barang-barang berbahaya yang bisa mengganggu penerbangan.
Walaupun tas bagasi sudah ditimbang beberapa hari sebelumnya dan sudah dikirim ke tempat pengecekan, bukan berarti nanti tas kabin ini tidak akan dilakukan pemeriksaan. Koper dan tas itu, kata Arsad, tetap akan diperiksa petugas di bandara.
"Pastikan jemaah tidak ada air zamzam masuk ke dalam tas kabin, kemudian barang terlarang kayak mungkin pisau, kemudian gunting atau yang lain-lainnya, ya, yang masuk kategori barang terlarang tolong dicek betul. Jangan sampai nanti pas mau masuk dibuka kemudian terkendala untuk masuk," kata Arsad.
Hal yang kedua adalah pastikan setiap jemaah membawa paspor dan dokumen lainnya seperti boarding pass.
Bila paspor jemaah hilang maka segera lapor ke petugas untuk dibuatkan dokumen pengganti.
"Nanti kalau pun sampai nanti tercecer itu tolong segera dikomunikasikan dengan perangkat kloter dulu, biar nanti perangkat kloter, ketua kloter atau pembimbing ibadah menyampaikan ke petugas yang ada di Madinah atau di bandara untuk mengurus kalau paspornya hilang itu bisa kan nanti pakai SPLP, Surat Perjalanan Laksana Paspor. Termasuk kalau boarding pass hilang laporkan saja nanti untuk bisa diganti oleh boarding pass yang baru," ungkap Arsad.
