Jemaah Haji Kloter Pertama dari Aceh Berangkat ke Arab Saudi pada 15 Juni
·waktu baca 4 menit

Calon Jemaah Haji kloter pertama asal Aceh mulai berangkat ke Tanah Suci pada 15 Juni 2022.
Para jemaah berangkat dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, langsung menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi.
“Jemaah haji kloter pertama embarkasi kita akan masuk asrama pada tanggal 14 Juni 2022 pukul 08.00 WIB dan berangkat pada tanggal 15 Juni 2022 pukul 01.25 WIB,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Iqbal, di Banda Aceh, Jumat (27/5).
Iqbal mengatakan, CJH Aceh untuk musim haji tahun 1443 H/2022 M berjumlah 1.988 orang. Berdasarkan jadwal pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Embarkasi Aceh dari Kementerian Agama RI, CJH Aceh akan diberangkatkan dalam enam kelompok terbang.
Lima kloter adalah jemaah Aceh dan satu kloter bergabung dengan jemaah asal Sumatera Utara, Medan.
Setelah kloter pertama berangkat, kemudian disusul oleh jemaah kloter 2 sampai 5 secara berturut-turut pada tanggal 16 hingga 19 Juni 2022.
Jemaah kloter 6 yang berangkat bersama CJH Sumatera Utara, akan masuk asrama pada 20 Juni 2022 dan bertolak ke Tanah Suci pada 21 Juni 2022.
“Sebelumnya diinformasikan, jemaah kloter 6 ini masuk asrama pukul 08.00 WIB, dan terbang pada besoknya pukul 07.30 WIB, namun kemudian direvisi masuk asrama pada hari yang sama pukul 10.00 WIB dan terbang pada 21 Juni 2022 pada pukul 10.00 WIB,” jelas Iqbal.
Jadwal Pulang
Terkait dengan kepulangan, jemaah haji kloter pertama embarkasi Aceh dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 26 Juli 2022 sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah itu diikuti oleh jemaah haji kloter 2 hingga 6 pada tanggal 27 Juli hingga 1 Agustus 2022.
“Untuk kloter 1, 3, 4, dan kloter 5, CJH yang berangkat setiap kloter sebanyak 387 orang bersama enam pendamping, sehingga totalnya menjadi 393 orang,” ujar Iqbal.
Adapun enam pendamping untuk masing-masing kloter terdiri atas Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) satu orang, serta Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).
“Sedangkan untuk kloter 4, CJH yang berangkat sebanyak 388 orang. Jemaah akan didampingi oleh TPHI satu orang, TPIHI satu orang, TKHI dua orang, dan TPHD satu orang, dan CJH Aceh kloter 6 yang bergabung dengan jemaah Sumatera Utara akan didampingi oleh satu orang TPHD,” tutur Iqbal.
Rincian 1.988 Jemaah Haji dari Aceh
Iqbal merinci, jemaah haji Aceh yang akan berangkat pada kloter pertama berasal dari Banda Aceh 187 orang, Sabang 19 orang, Aceh Besar 70 orang, Pidie Jaya 54 orang, dan Aceh Utara 57 orang.
Kloter 2, terdiri atas CJH Banda Aceh 69 orang, Bireuen 117 orang, Bener Meriah 55 orang, Aceh Tengah 59 orang, Gayo Lues 30 orang dan Aceh Tenggara 58 orang.
Kemudian untuk CJH Aceh yang tergabung dalam kloter 3 meliputi jemaah Aceh Besar 42 orang, Pidie 153 orang, Aceh Timur 104 orang, dan Langsa 88 orang.
Selanjutnya kloter 4 Embarkasi Aceh akan diisi oleh jemaah Lhokseumawe sebanyak 130 orang, Aceh Utara 208 orang, dan Aceh Tamiang 49 orang.
Sementara 387 jemaah haji Aceh yang akan berangkat pada kloter 5 adalah CJH dari Aceh Besar 109 orang, Aceh Jaya 41 orang, Aceh Barat 70 orang, Nagan Raya 35 orang, Aceh Barat Daya (Abdya) 23 orang, Aceh Selatan 54 orang, Subulussalam 17 orang, Aceh Singkil 16 orang, dan Simeulue 22 orang.
“Sedangkan 58 CJH Aceh yang masuk dalam kloter 6 berasal dari Banda Aceh sebanyak 57 orang ditambah satu orang TPHD,”ucapnya.
Iqbal sangat bersyukur pada tahun ini Pemerintah Arab Saudi mengizinkan jemaah untuk berangkat haji setelah dua tahun pembatalan pemberangkatan akibat pandemi COVID-19.
"Meskipun ada pembatasan usia maksimal 65 tahun, kita berdoa dan berharap tahun depan seluruh jemaah haji Indonesia dan Aceh dapat berangkat 100 persen, tanpa batasan usia," pungkasnya.
