Jemaah Haji Sakit Bakal Jalani Safari Wukuf, Catat Syaratnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji Indonesia yang sakit menjalani safari wukuf di arafah, menggunakan bus. Foto: Media Center Haji/Anggoro
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji Indonesia yang sakit menjalani safari wukuf di arafah, menggunakan bus. Foto: Media Center Haji/Anggoro

Jemaah haji yang mengalami sakit sehingga tidak bisa melaksanakan wukuf secara mandiri tak perlu khawatir. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyediakan safari wukuf pada prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenag dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, jemaah yang sakit akan dibawa menggunakan transportasi darat ke Arafah. Meski begitu, ada persyaratannya.

"Jemaah haji sakit tersebut nantinya akan diantar menggunakan alat transportasi darat ke area Arafah untuk melaksanakan wukuf. Namun tidak seluruh jemaah haji sakit dapat menjalankan safari wukuf," kata Siti lewat keterangannya, Minggu (25/6).

kumparan post embed

Sementara itu, Penanggung jawab Safari Wukuf KKHI Makkah dr. Budiana Rismawan, Sp.An, KAKV.KIC menyampaikan sejak awal operasional KKHI Makkah sudah mulai mempersiapkan layanan safari wukuf.

Petugas kesehatan mengecek jemaah haji Indonesia yang sakit menjalani safari wukuf di arafah, menggunakan bus. Foto: Media Center Haji/Anggoro

“Persiapan safari wukuf sebenernya sudah kita mulai sejak awal operasional KKHI Makkah, yaitu melalui MCU yang sekaligus merupakan proses identifikasi nominasi jemaah haji sakit yang sesuai kriteria safari wukuf,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala KKHI Makkah dr. Edi Supriyatna, MKK untuk safari wukuf tahun ini disiapkan 15 unit bus yang terdiri dari 6 unit bus untuk pasien baring dan 9 unit bus untuk pasien duduk.

Setiap bus akan ditugaskan 1 orang dokter dengan 2 orang perawat, 1 tenaga pendukung kesehatan bidang pelayanan orang sakit, dan 2 orang tim bimbingan ibadah.

“Kendaraan yang kita rencanakan sesuai jumlah tenaga kesehatan kita sejumlah 15 bus.15 bus tersebut akan diatur 6 bus untuk pasien baring dan 9 bus untuk pasien duduk," pungkasnya.

Jemaah haji yang mendapatkan safari wukuf perlu memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

1. Jemaah haji sakit dengan kesadaran yang baik dengan Hemodinamik (sirkulasi) stabil dan Mean Arterial Pressure (MAP) paling rendah 65 mmHg.

2. Saturasi oksigen > 89 dengan nasal kanula 2-3 ltr/mnt.

3. Transportable yang berarti pada saat pemindahan tidak memperberat kondisi fisik, tidak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji sakit.

4. Tidak mengidap penyakit menular/tidak infeksius.

5. Penyakit tidak dalam periode akut.

6. Tidak dalam krisis hipertensi.