Jemaah Haji Terjauh: Keluarga Andhini Terbang dari Hawaii

Jemaah Indonesia menempuh perjalanan udara 6.200 km (Aceh) hingga 11.000 km (Papua) menuju Mekah untuk naik haji. Jarak ini lumayan jauh dibandingkan jemaah dari Pakistan, India, Iran, dsb.
Namun ada juga jemaah yang menempuh perjalanan lebih jauh dari Indonesia. Misalnya Andhini, perempuan kelahiran Indonesia ini terbang dari Hawaii, negara bagian AS yang terpisah dari benua Amerika.
Andhini naik haji bersama suaminya yang merupakan warga asli AS, Corey Gallivan, dan dua putri mereka yang berusia 13 dan 15 tahun. Jarak perjalanan mereka lebih dari 15.000 km dan bisa jadi menjadi jemaah haji dengan rute terjauh. Sekadar diketahui, warga AS yang berangkat haji dari New York 'hanya' perlu menempuh jarak 10.305 km menuju Mekah.
Keluarga Andhini perlu terbang 26 jam dari Hawaii ke Mekah, ditambah beberapa jam waktu menunggu dan berkendara darat.
“Kami adalah peziarah dalam arti sebenarnya,” kata Gallivan sambil tertawa, seperti dikutip dari Arab News, Rabu (30/8).
Gallivan merujuk bahwa ratusan tahun yang lalu, para peziarah melakukan perjalanan darat dan perahu selama berbulan-bulan. Namun kini perjalanan jauh dalam waktu yang lama seperti itu tidak umum karena kemajuan teknologi.
Andhini, seorang ibu rumah tangga, mengaku mempersiapkan diri berbulan-bulan secara fisik dan spiritual agar sukses menjalankan ibadah haji. Misalnya dia berolah raga jalan kaki dalam jarak yang jauh.
"Saya sudah lama menunggu ini (haji) selama bertahun-tahun. Saya menangis saat menerima panggilan. Dan yang lebih baik lagi, saya bisa membawa anak-anak saya bersamaku,” ungkapnya.
Gallivan, suami Andhini, adalah pensiunan PNS. "Haji bukan liburan, ini adalah acara spiritual dan ini merupakan undangan untuk membebaskan diri dari barang-barang material dan menjadi satu dengan Tuhan,” ujar Gallivan yang mengantongi visa haji sesuai dengan kuota haji untuk AS.
Keluarga Gallivan-Andhini akan berada di Mekah dan Madinah selama 16 hari.

Keluarga ini naik haji dengan memilih paket perjalanan dari Sara International Travel yang berbasis di AS dan Karibia. Paket haji yang diambilnya seharga 8.000 dolar (Rp 106 juta) per orang atau 32.000 dolar (Rp 427 juta) untuk empat orang. Biaya ini mencakup kamar hotel bintang lima, transportasi darat, tiket pesawat, layanan visa, ustaz pemandu, makanan, dan akomodasi tenda haji.
Mohammed Sattaur, wakil presiden Sara International Travel, mengatakan bahwa kompetisi industri perjalanan haji tahun ini memanas, karena bertambahnya operator tur dan kuota haji yang lebih tinggi.
"Kami tidak perlu menjalankan kampanye pemasaran untuk perjalanan haji selama tiga atau empat tahun, ini adalah tahun pertama kami harus berupaya melakukan promosi pemasaran," katanya.
Setelah bekerja keras menggaet konsumen, Sattaur berhasil mendapatkan 750 jemaah, 70 orang di antaranya berasal dari Amerika Selatan, yang diantarnya naik haji tahun ini.
