Jemaah Haji Tiba Makkah tapi Belum Dapat Nusuk, Bagaimana Antisipasi Kemenag?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus Sholawat yang layani jemaah haji di Makkah. Foto: Kemenag RI
zoom-in-whitePerbesar
Bus Sholawat yang layani jemaah haji di Makkah. Foto: Kemenag RI

Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Makkah dari Madinah. Tapi, belum semua jemaah haji mendapatkan kartu nusuk yang menjadi dokumen penting dalam pelaksanaan haji.

Tanpa membawa kartu nusuk, seorang jemaah tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Makkah, apalagi mengikuti rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Layanan lain selama di Tanah Suci juga terintegrasi dengan kartu ini.

Setibanya di hotel, seharusnya kartu nusuk akan dibagikan maksimal dalam waktu 1x24 jam oleh syarikah atau mitra resmi Pemerintah Arab Saudi yang bertugas memberikan layanan kepada jemaah haji.

Lantas, bagaimana kalau jemaah haji belum mendapatkan kartu nusuk?

“Kita punya backup untuk jemaah yang belum menerima kartu nusuk dari syarikah,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Hanafi, di Daker Makkah dikutip pada Senin (12/5).

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag Muchlis Hanafi (kiri) bersama Tenaga Ahli Badan Penyelenggara Haji Ichsan Marsha (kanan) menyampaikan penjelasan pada konferensi pers di Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi, Minggu (11/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Muchlis menjelaskan saat ini jemaah memiliki identitas lain yaitu visa haji dari Kementerian Haji Arab Saudi. Kementerian Agama RI juga sudah membuat kesepakatan dengan syarikah. Syarikah akan mendampingi jemaah haji Indonesia yang belum mempunyai nusuk, tetapi mau ibadah di Makkah

Ada delapan syarikah dalam pelaksanaan haji tahun ini yaitu, Al-Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehkat&Manafea, Alrifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.

“Kita sudah punya komitmen dengan syarikah untuk mendampingi jemaah yang belum menerima kartu nusuk,” ungkap Muchlis.

Petugas menyambut seorang calon haji Indonesia kloter JKG 01 dari Madinah yang berkursi roda sesampainya di Hotel Al Ghader, Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Muchlis meminta jemaah haji tidak terlalu terganggu dengan masalah teknis. Ia juga berpesan kepada jemaah yang belum mendapatkan kartu nusuk tidak bepergian terlalu jauh.

“Perjalanan ke luar kota, seperti Jeddah (tanpa nusuk untuk masuk Makkah) masih cukup rawan,” tutur Muchlis.

Kartu nusuk adalah identitas digital resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sejak 2024. Bentuknya berbahan PVC berukuran panjang, dengan dominasi warna putih-cokelat, berisi foto jemaah, kode QR, dan nomor visa. Fungsi utamanya adalah verifikasi jemaah resmi untuk mencegah masuknya jemaah haji ilegal.