Jembatan Beton Tegal Alur Dibongkar untuk Proyek SDA, Pramono Janji Bangun Ulang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji membangun kembali jembatan beton di Tegal Alur, Jakarta Barat, setelah pengerjaan proyek penanganan Kali Semongol rampung.

Saat ini, warga menggunakan jembatan kayu yang dibangun secara swadaya sebagai akses penyeberangan setelah jembatan penghubung di lokasi tersebut dibongkar untuk mendukung pekerjaan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Pramono mengatakan pembongkaran jembatan sebelumnya dilakukan karena diperlukan akses untuk alat berat yang digunakan dalam pengerukan.

“Jembatan kayu di Tegal Alur ini dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air. Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada alat yang kemudian harus melakukan pengerukan,” kata Pramono usai menghadiri peresmian wajah baru Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).

Namun, pengerjaan proyek SDA tersebut mengalami kendala. Pramono menyebut alat yang digunakan untuk pengerukan mengalami vandalisme dan pencurian suku cadang.

Jembatan bambu menjadi akses sementara warga di RT 05/RW 02, Jalan Warung Pojok, Gang Perkutut, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (25/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Tetapi, yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian. Sehingga ada sparepart-nya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi,” ujarnya.

Pramono mengatakan telah meminta Dinas SDA tetap melanjutkan pengerjaan di lokasi tersebut. Setelah pekerjaan SDA selesai, jembatan kayu yang saat ini digunakan warga akan dibangun kembali menjadi jembatan beton.

“Maka untuk itu, saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan. Nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai, maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pembangunan kembali jembatan beton diperlukan karena jembatan kayu yang digunakan warga saat ini dinilai membahayakan.

“Karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat,” ujarnya.