Jembatan Cipatujah Ambruk, Akses Jalan Garut-Tasikmalaya Terputus

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir dan longsor menerjang Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho)
zoom-in-whitePerbesar
Banjir dan longsor menerjang Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho)

Banjir bandang dan longsor menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa (6/11) pukul 01.00 WIB. Akibatnya, jembatan penghubung Tasikmalaya-Garut di Jalan Cipatujah, Desa Ciandum, Kecamatan Cipatujah ambruk.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra menyebutkan, robohnya Jembatan Cipatujah mengakibatkan jalur tersebut tak bisa dilalui sama sekali oleh kendaraan dari arah Garut-Tasikmalaya atau sebaliknya. Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut untuk mencari jalur lain.

“Sama sekali tidak bisa dilalui. Kalau dari Garut harus balik lagi,” kata Dony saat dihubungi kumparan, Selasa (6/10).

Banjir dan longsor menerjang Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho)
zoom-in-whitePerbesar
Banjir dan longsor menerjang Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho)

Jembatan sepanjang 70-80 meter ini ambruk setelah air dari Sungai Cipatujah meluap hingga menutupi seluruh jembatan. Konstruksi jembatan yang tak kuat menahan terjangan air akhirnya ambruk. Banjir bandang tersebut terjadi pada Selasa pukul 03.30 WIB. Sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya sejak Senin sore.

Dony mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat untuk menangani jembatan putus tersebut. Ia berharap, Pemda segera mengambil tindakan untuk membangun jembatan sementara di jalur tersebut.

“Ya diharapkan ada jembatan sementara. Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah. Karena ini kan jalur nasional,” ujarnya.

Selain meruntuhkan jembatan, banjir bandang pun merendam sejumlah rumah di Kabupaten Tasikmalaya. Menurut catatan BNPB, ada 50 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Dua orang dinyatakan meninggal dunia dalam bencana alam ini.