Jembatan Gladak Perak Lumajang Putus, Pemerintah Kaji Bangun Jembatan Darurat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kondisi Jembatan Gladak Perak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Foto: Humas Kemenko PMK
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kondisi Jembatan Gladak Perak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Foto: Humas Kemenko PMK

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) ikut meruntuhkan Jembatan Besuk Kobokan atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Gladak Perak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah saat ini tengah mengkaji untuk membuat jembatan darurat, yang nantinya akan menghubungkan wilayah Lumajang-Malang itu. Kebutuhan pembangunan jembatan sementara itu bertujuan untuk memudahkan proses penanganan korban dan penyaluran logistik.

"Tadi saya sudah koordinasi dengan Bapak Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono). Nanti alat-alat berat dari PUPR juga akan mem-backup. Karena itu nanti mau kita kaji lagi," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/12).

Jembatan Gladak Perak merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Akibat terputusnya jembatan itu, Kecamatan Pronojiwo di Kabupaten Lumajang kini hanya dapat diakses dari Malang.

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kondisi Jembatan Gladak Perak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Foto: Humas Kemenko PMK

Akibat kondisi tersebut, arus kendaraan dari dan menuju Lumajang maupun sebaliknya untuk sementara waktu dialihkan untuk melewati Probolinggo.

Meski begitu, Muhadjir menyebut rencana pembangunan jembatan darurat itu tidak akan berjalan mudah. Hal itu dikarenakan kondisi sekitar jembatan yang cukup parah terdampak erupsi. Kondisi tersebut dinilai akan menyulitkan pekerja atau relawan untuk membangun jembatan darurat.

"Tadi mestinya rencananya akan ada upaya untuk menyambung darurat jembatan ini. Supaya maksudnya agar terhubung antara Malang dengan Lumajang terutama untuk penanganan korban," ucap Muhadjir.

Jembatan Bailey Juga Sulit Dibangun

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kondisi Jembatan Gladak Perak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Foto: Humas Kemenko PMK

Rencananya, jembatan darurat yang akan dibangun berupa bailey, yakni jembatan sementara yang biasa digunakan untuk kebutuhan perang oleh TNI. Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi medan yang cukup parah membuat pembangunan akan sangat berat untuk dilakukan.

"Tapi tadi dicek oleh Yonzipur 5 yang ada di Malang kemungkinan sangat berat untuk dibangun," ungkap Muhadjir.

Menanggapi pernyataan Muhadjir, Wakil Komandan Yonzipur 5 Malang Mayor CZI Wirawan menjelaskan, kondisi bentangan dan tinggi dari medan membuat tidak memungkinkan dipasang jembatan jenis bailey.

Menurutnya, dibutuhkan penyangga yang kuat agar jembatan bailey itu dapat terbentang dari satu sisi ke sisi lainnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kondisi Jembatan Gladak Perak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Foto: Humas Kemenko PMK

"Dengan bentangan yang ada saat ini 192 meter dengan ketinggian 70 meter itu kurang memungkinkan untuk membangun jembatan bailey, dikarenakan kondisi bentangan setinggi itu. Kita butuh pilar di tengah-tengah dari bentangan ini tiga spot. Permasalahannya untuk membangun pilar itu tidak memungkinkan," jelas Wirawan.

Dalam kesempatan kunjungan ke lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Semeru, Muhadjir didampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Wakil Komandan Yonzipur 5 Malang Wirawan, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Sudirman, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Agus Suprapto, jajaran TNI/Polri, dan jajaran BNPB dan BPBD.