Jembatan Kaca Banyumas yang Pecah dan Tewaskan Orang, Tebal Kacanya 1 Cm

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan kaca The Geong Banyumas yang pecah, Rabu (25/10/2023). Foto: Sumarwoto/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan kaca The Geong Banyumas yang pecah, Rabu (25/10/2023). Foto: Sumarwoto/ANTARA

Saat diinjak, kaca pada Jembatan Kaca di kawasan wisata The Geong Banyumas pecah membuat 4 orang wisatawan terjatuh: 1 orang di antaranya meninggal dunia.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (25/10), di kawasan wisata yang terletak di Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu.

Bagaimana spesifikasi teknis jembatan tersebut? Berikut hasil identifikasi polisi:

  1. Terdapat 1 lembar kaca pecah;

  2. Tebal kaca 1 cm (centimeter);

  3. Lebar kaca 118 cm;

  4. Panjang kaca pecah 243 cm;

  5. Jenis kaca tipe 1000;

  6. Tinggi tanah dan jembatan sekitar 15 m (meter);

  7. Jarak 1.215 cm dari pintu timur;

  8. Panjang jembatan kaca dengan total 25 m, lebar 2 m.

"Di bawah terdapat pecahan kaca, dan ditemukan ceceran darah di bawah TKP," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Satake Bayu Setianto, Rabu (25/10).

Menurut Satake, para korban terjatuh saat melakukan selfie di ujung jembatan kaca area tulisan "LOVE" di sebelah timur.

2 Orang Berpegangan

"Saat kaca yang diinjak pecah, 2 orang sempat berpegangan pada pengaman yang ada di jembatan kaca tersebut, kemudian 2 orang lagi jatuh ke bawah," kata Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, di lokasi, Rabu (25/10), sebagaimana diberitakan Antara.

Menurut Edy, korban termasuk rombongan wisatawan berjumlah 11 orang.

Korban tewas adalah perempuan berinisial FA (49 tahun, warga Banjarnegara). Tiga korban lain berinisial AI (41, Sleman), WA (39, Cilacap), dan SSP (45, Cilacap).

Polisi Selidiki

Polisi melakukan olah TKP di jembatan kaca The Geong Banyumas yang pecah, Rabu (25/10/2023). Foto: Sumarwoto/ANTARA

Polisi langsung mendatangi jembatan kaca itu dan memasang police line. Tim Labfor pun didatangkan dari Semarang.

"Kami akan melakukan pemeriksaan maupun penyelidikan terhadap pengelola dan sebagainya termasuk saksi-saksi. Saat ini kami masih olah TKP," ujar Edy.