Jembatan Kuning Ikon Kota Palu Mulai Diperbaiki
Jembatan Kuning atau dikenal oleh warga Palu, Sulteng dengan nama Jembatan Ponulele yang menghubungkan Jalan Cumi-cumi Palu Barat dan Raja Moili Palu Timur, Kota Palu mulai diperbaiki. Jembatan ini mengalami kerusakaan pasca-gempa dan tsunami pada Jumat (28/9).
Jembatan itu juga merupakan jembatan lengkung baja ke-3 yang ada di dunia, di mana infrastruktur sejenis juga ada di Jepang dan Prancis.
Dari pantauan kumparan di lapangan, Selasa (23/10) beberapa alat berat dan pekerja mulai terlihat melakukan aktivitas di lokasi tersebut.
Perbaikan kembali jembatan kuning tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebelumnya, perbaikan diawali dengan pengecekan struktur jembatan dan desain ulang.
Hingga kini dilokasi Jembatan Kuning Pantai Talise Kota Palu, masih ramai dikunjungi warga yang hendak langsung menyaksikan perbaikan jembatan tersebut.
Gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang wilayah Sulawesti Tengah tepatnya 27 km Timur Laut Donggala, Jumat (28/9) sekitar pukul 18.03 WIT. Setelah gempa itu, tsunami sempat terjadi.
Gempa dan tsunami tersebut menghancurkan jembatan yang menjadi kebanggaan Kota Palu.
Jembatan Kuning Palu IV atau Jembatan Ponulele merupakan sebuah jembatan yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Jembatan ini diresmikan pada Mei 2006 oleh presiden saat itu yakni Susilo Bambang Yudhoyono.
Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise ini berada di kelurahan Besusu dan Lere, yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat. Jembatan kuning ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia.
Panjang jembatan utama: 250 m Titik tertinggi lengkung jembatan: 20,2 m dari badan jembatan Lebar jembatan: 7,5 m Luas permukaan besi total jembatan: 6234,40 m2
laporan: Amar Burase
