Jembatan Tegal Alur Akan Pakai Kayu Dolken, Target Revitalisasi Selesai 2027

Jembatan bambu yang menjadi akses jalan sementara warga di Gang Perkutut, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, akan diperkuat menggunakan kayu dolken. Penanganan ini dilakukan sambil menunggu revitalisasi Kali Semongol atau Kali Kamal yang ditargetkan rampung pada triwulan III 2027.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan penguatan jembatan bambu dilakukan agar akses tersebut tetap aman digunakan masyarakat.
“Suku Dinas SDA Jakarta Barat akan melakukan penanganan sementara dengan memperkuat jembatan bambu yang dibangun warga itu menggunakan kayu dolken, agar tetap aman saat dilintasi masyarakat,” kata Ika saat dihubungi kumparan, Rabu (26/8).
Sementara itu, pembangunan jembatan permanen baru dilakukan setelah revitalisasi Kali Semongol atau Kali Kamal selesai. Adapun revitalisasi tersebut mencakup pembangunan tanggul beton pracetak (precast), pintu air, saluran gendong, serta bangunan penunjang lainnya.
“Pembangunan jembatan permanen dilakukan setelah revitalisasi kali berupa tanggul beton precast, pintu air, saluran gendong dan bangunan penunjang lainnya selesai dibangun oleh Dinas SDA Jakarta,” jelas Ika.
Menurut SDA, revitalisasi Kali Semongol atau Kali Kamal saat ini masih berlangsung di area hilir. Pekerjaannya akan dilakukan secara bertahap hingga ke kawasan hulu, termasuk wilayah Gang Perkutut dan ditargetkan rampung pada triwulan III 2027.
Sebelumnya, warga membuat jembatan bambu secara swadaya sebagai akses penyeberangan. Hal itu dilakukan setelah jembatan penghubung di lokasi dibongkar untuk mendukung pekerjaan penanganan Kali Semongol.
Hingga saat ini, pengerukan saluran di sekitar lokasi masih tertunda karena alat berat belum dapat beroperasi setelah salah satu suku cadangnya hilang akibat vandalisme atau pencurian.
“Suku cadang pengganti saat ini sedang dalam proses menunggu ketersediaan atau inden,” ungkap SDA.
SDA pun menuturkan, pengerukan akan dilanjutkan setelah alat berat dapat kembali beroperasi. Sebab, jalur kali tersebut masih dibutuhkan untuk operasional alat berat.
“Pengerukan akan dilanjutkan sehingga jalur kali tersebut masih dibutuhkan untuk operasional alat berat,” jelasnya.
