Jenazah Nicolaas Jouwe akan Dimakamkan Tanggal 21 September di Papua

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raja Nicolaas Jouwe (tengah). (Foto: Dok. Kemenko PMK)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Nicolaas Jouwe (tengah). (Foto: Dok. Kemenko PMK)

Raja Nicolaas Jouwe yang juga merupakan satu tokoh pergerakan serta pendiri National Liberation Council of West Papua (Dewan Pembebasan Nasional Papua Barat), tutup usia di usia 93 tahun. Sebelum dimakamkan, jenazah Raja Nicolaas saat ini sedang disemayamkan di rumah duka, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

"Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Kedondong No 16 Perumahan Kalibata Indah, menunggu keluarga besar dari Papua," ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, dalam keterangannya kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (17/9).

Pihak keluarga sempat berkeinginan untuk memindahkan jenazah dari rumah duka yang berlokasi di Kalibata, ke RS St Carolus, Jakpus.

"Ada keinginan untuk memindahkan jenazah ke RS St. Carolus sambil menunggu kedatangan anak dan keluarga lainnya dari Belanda yang diperkirakan akan tiba hari Senin (18/9)," jelas Gusti.

Begitu pihak keluarga tiba di Indonesia, jenazah akan dibawa ke Jayapura untuk dimakamkan. Jenazah rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, Papua, pada tanggal 21 September mendatang.

"Jenazah direncanakan akan dibawa ke Jayapura pada hari Selasa (19/9) atau Rabu (20/9) minggu depan, dan akan dimakamkan hari Kamis (21/9) minggu depan.

Keluarga besar Nicolaas Jouwe saat ini memang sudah menjadi WN Belanda. Pihak Dubes RI untuk Kerajaan Belanda memastikan akan memberikan bantuannya pada pihak keluarga apabila dibutuhkan, khususnya terkait pengurusan visa.

"Sanak keluarganya masih tinggal di Belanda sebagai WN Belanda. Sejauh ini tidak ada permintaan untuk fasilitasi visa. Kalaupun ada permintaan tentunya kami akan bantu," kata Gusti.

Raja Nicolaas Jouwe (Foto: Dok. Wikipedia)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Nicolaas Jouwe (Foto: Dok. Wikipedia)

Jouwe adalah salah satu tokoh pergerakan yang juga salah satu pendiri National Liberation Council of West Papua (Dewan Pembebasan Nasional Papua Barat). Pada awal 1960-an, ia adalah anggota Nieuw-Guinea Raad (Dewan Guinea Baru-red), yakni sebuah lembaga parlemen bentukan Belanda di Papua Barat.

Ia sempat tinggal mengasingkan diri di Delft, Belanda. Setelah Papua Barat menjadi bagian Indonesia pada 1963, Jouwe bersama keluarga memilih pindah ke Negeri Belanda, tepatnya di Delft. Tempat tinggal Jouwe dan keluarga tak jauh dari kompleks Delft University of Technology, ITB-nya Belanda.