Jenazah Terbakar Jadi Abu Persulit Pencarian Korban Jiwa Kebakaran Hong Kong

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Penanggung Jawab Unit Penyelidikan Korban Tsang Shuk-yin menyampaikan keterangan pers terkait kebakaran apartemen di Tai Po, Hong Kong, Senin (1/12/2025). Foto: Maxim Shemetov/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Penanggung Jawab Unit Penyelidikan Korban Tsang Shuk-yin menyampaikan keterangan pers terkait kebakaran apartemen di Tai Po, Hong Kong, Senin (1/12/2025). Foto: Maxim Shemetov/Reuters

Upaya pencarian korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong telah selesai dilakukan di 5 dari 7 gedung yang terbakar. Hal ini disampaikan Kepala Inspektur Unit Identifikasi Korban Bencana Tsang Shuk-yin.

Dengan demikian, upaya pencarian akan dilanjutkan di dua gedung kompleks yaitu Wang Cheung House dan Wang Sun House. Ia menyatakan jumlah korban tewas baru bisa difinalisasi setelah pencarian korban di semua gedung selesai dilakukan.

"Karena sejumlah jenazah terbakar menjadi abu, kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa pada akhirnya kami tidak bisa mengevakuasi semua orang yang hilang," kata Tsang yang suaranya tercekat dan matanya memerah karena menahan tangis saat memberikan keterangan kepada media setempat, dikutip dari The Standard, Selasa (2/12).

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi pada hari Rabu di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, Wilayah Baru Hong Kong, Kamis (27/11/2025). Foto: Chan Long Hei/AP Photo

Tsang didampingi Komandan Markas Regional Utara Wilayah Baru Lam Man-han yang menepuk pundaknya dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel penyelamatan dari berbagai departemen. Dia juga terlihat menahan tangis.

Lam melaporkan kondisi di dalam Wang Cheung House masih menantang. Api disebut pertama kali muncul dari Wang Cheung House.

Dia mengatakan jenazah ditemukan baik di dalam gedung dan di area publik seperti koridor dan tangga.

Meski sejumlah struktur bangunan berisiko karena tidak stabil, Lam mengatakan tim penyelamat berhati-hati memasuki gedung yang stabil untuk mempercepat operasi yang masih berlangsung, yang ditargetkan akan rampung dalam 3 minggu ke depan.

Komandan Markas Regional Utara Wilayah Baru Lam Man-han (kanan) dan Petugas Penanggung Jawab Unit Penyelidikan Korban Tsang Shuk-yin (kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kebakaran apartemen di Tai Po, Hong Kong, Senin (1/12/2025). Foto: Maxim Shemetov/Reuters

"Tim hanya memiliki satu misi -- untuk mengungkap barang-barang pribadi dan petunjuk yang dapat memfasilitasi verifikasi identitas, sehingga keluarga bisa melakukan perpisahan dengan korban," kata Lam.

Jumlah korban tewas kebakaran apartemen yang terletak di distrik Tai Po itu kini mencapai 151 orang dan 39 di antaranya masih dalam proses identifikasi. KJRI Hong Kong menyatakan 9 WNI yang bekerja di sektor domestik di apartemen itu tewas dalam peristiwa itu.

Belakangan diketahui lima orang yang direkrut untuk merenovasi kompleks apartemen itu juga termasuk dalam daftar korban tewas.

Kepolisian setempat mengatakan menemukan 8 jenazah di gedung Wang Cheong House -- baik yang berupa sisa bagian tubuh jenazah dan mereka yang menjadi abu karena kobaran api.