Jenderal Dudung Bicara Tantangan TNI AD: Teritori hingga Kedekatan dengan Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenderal Dudung Beri Kuliah Umum di ITB Foto: TNI AD
zoom-in-whitePerbesar
Jenderal Dudung Beri Kuliah Umum di ITB Foto: TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengungkap sejumlah tantangan yang bakal dihadapi TNI Angkatan Darat ke depan. Tantangan yang dimaksud yakni berupa permasalahan teritorial serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

"Kita menjawab tentang tantangan tugas ke depan khususnya masalah teritorial dan harus membangkitkan semangat TNI AD dengan melakukan suatu pendekatan kepada rakyat di mana konsepnya adalah TNI AD selalu di hati rakyat," kata dia ketika menyampaikan keterangan dalam kegiatan Seminar TNI AD yang keenam di Sesko TNI AD, Kota Bandung pada Selasa (28/6).

Menurut Dudung, kedekatan prajurit TNI AD dengan masyarakat diperlukan karena TNI AD menganut sistem pertahanan rakyat semesta. Jika masyarakat dan TNI AD bersatu, dia menilai kekuatan yang dimiliki bakal semakin kuat terutama dalam menghadapi ancaman yang datang dari dalam maupun luar Indonesia.

"Bahwa kebersamaan TNI dan rakyat itu akan menjadi suatu kekuatan yang dahsyat dalam rangka kita menghadapi ancaman," ucap dia.

Maka dari itu, Dudung menilai diperlukan adanya semacam revitalisasi demi kebaikan TNI AD. Adapun dalam seminar itu, sejumlah generasi muda di TNI AD menyampaikan materi melalui makalah guna menjawab tantangan yang bakal dihadapi oleh TNI AD.

"Saat ini dihadapkan pada kemungkinan-kemungkinan ancaman yang timbul baik eksternal maupun internal perlu adanya pemahaman dan perubahan secara signifikan makanya dalam seminar ini kita bahas," kata dia.

Makalah yang disampaikan, sambung Dudung, nantinya bakal diolah di Komando Pendidikan dan Doktrin TNI AD. Kemudian, nantinya juga akan dilakukan uji teori yang terdiri dari beberapa tahapan sampai akhirnya diuji coba secara langsung di lapangan.

"Ini harus menjadi pedoman bagi seluruh prajurit TNI AD, mudah-mudahan seminar ini akan menghasilkan suatu titik terang konsep doktrin yang memang betul-betul akan dipedomani oleh seluruh prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya," pungkas dia.