Cover Collection kumplus- Lipsus- Napoleon Bonaparte

Jenderal Napoleon si “Kapolda Bawah Tanah” (3)

27 September 2021 9:20
·
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Irjen Napoleon Bonaparte menjadi buah bibir dalam dua pekan terakhir. Kali ini bukan karena perkara suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, tapi karena dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece, tersangka kasus penistaan agama, di Rutan Bareskrim Polri.
Meski kasus tersebut masih diselidiki, penganiayaan tersebut mengungkap sejumlah fakta. Salah satunya: sebegitu berkuasanya Napoleon di Rutan Bareskrim hingga ia punya julukan Kapolda Bawah Tanah. Apa yang membuat Napoleon masih disegani meski tak lagi menjabat, sampai-sampai penjaga rutan pun patuh saja padanya. Bagaimana sepak terjangnya di dalam rutan? Siapa kawan-kawannya di dalam sana?
kumparan mewawancarai sejumlah eks tahanan yang pernah tinggal satu blok dengan Napoleon untuk mengetahui kehidupan sang jenderal bintang dua itu di rutan. Langganan kumparan+ untuk mengetahui cerita lengkapnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Sebuah gembok membuat penganiayaan terhadap M. Kece di Rutan Bareskrim lebih mudah terjadi. Gembok ini membuat Jenderal Napoleon cs bisa masuk leluasa ke sel Kece untuk memukuli dan melumurinya dengan tinja. Gembok rahasia apa ini? Klik di bawah.