Jenderal TNI yang Sempat Debat dengan Habib Bahar Dimutasi Andika Perkasa

24 Januari 2022 7:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Habib Bahar debat panas dengan Jenderal TNI. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Habib Bahar debat panas dengan Jenderal TNI. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan mutasi terhadap 328 perwira tinggi TNI di lingkup markas besar maupun di tiga matra. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang mendapatkan mutasi ialah Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakencana Brigjen Achmad Fauzi. Ia dipindahkan menjadi Direktur Pengkajian dan Pengembangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Dirjianbang Seskoad).
Jabatan yang ditinggalkan Fauzi diisi oleh Kolonel Rudy Saladin yang sebelumnya menjabat Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama. Rudy akan menyandang bintang satu.

Pernah Berselisih dengan Habib Bahar bin Smith

Penceramah Bahar Smith (tengah) memberikan keterangan kepada media saat tiba di Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/1/2022). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto
Brigjen Achmad Fauzi sempat menjadi pemberitaan saat berselisih dengan Habib Bahar bin Smith pada Jumat (31/12/2021). Saat itu Bahar tengah terlilit kasus di Polda Jabar terkait salah satu isi ceramahnya.
Fauzi yang saat itu menjabat Danrem 061/Suryakencana mendatangi Bahar di pondok pesantrennya. Ia meminta agar Bahar mendatangi Polda Jabar untuk diperiksa terkait kasus hukum yang menjeratnya.
ADVERTISEMENT
Pertemuan itu sempat terekam kamera dan beredar di media sosial. Dalam video itu keduanya sempat beradu argumen.
"Menjadikan saya harus datang ke Polda Jabar. Mau bapak tidak datang kemari pun saya tetap datang ke Polda Jabar," ujar Habib Bahar, dilihat dalam video tersebut.
"Buktikan," kata Brigjen Fauzi.
Habib Bahar berucap yang semestinya menjemputnya adalah polisi, dan bukan seorang jenderal TNI. Namun, Brigjen Fauzi beralasan ia ingin menjaga stabilitas wilayahnya dari pernyataan provokatif Habib Bahar.

Dinilai Abuse of Power

Tindakan Fauzi dinilai sebagai abuse of power oleh kuasa hukum Bahar, Aziz Yanuar. Sebab kehadirannya membuat warga takut, selain itu pernyataan Fauzi yang akan menjemput Bahar jika tidak menghadiri pemeriksaan Polda Jabar dinilai sebagai kekeliruan dalam memahami konsep penegakan hukum.
ADVERTISEMENT
"Merupakan tugas Polri dan hal tersebut (penjemputan oleh TNI) dikhawatirkan dapat merusak criminal justice system di Republik Indonesia," kata Aziz.
Terkait hal itu, Kepala Penerangan Komando Resor Militer atau Kapenrem 061 Surya Kencana, Mayor Inf Ermansyah, mengatakan kehadiran Danrem Brigjen Achmad Fauzi ke kediaman Habib Bahar bin Smith untuk menyampaikan pesan terkait ceramahnya. Diduga, ceramah Habib Bahar ini menyinggung TNI.
Ermansyah mengatakan, Brigjen Fauzi datang ke Ponpes Habib Bahar dengan cara baik-baik.