Jenderal yang Disanksi AS Ditunjuk Jadi Menhan Baru China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan China yang baru, Li Shangfu. Foto: Noel Celis/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan China yang baru, Li Shangfu. Foto: Noel Celis/AFP

Seorang jenderal militer yang dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat, Li Shangfu, ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan China, pada Minggu (12/3).

Penunjukan pejabat yang disanksi lantaran telah bertransaksi dengan Rusia itu berlangsung di tengah ketegangan yang kian memburuk antara hubungan Beijing dan Washington.

Dikutip dari Russia Today, terpilihnya Li Shangfu sebagai menteri pertahanan merupakan hasil dari sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) China yang digelar sejak awal Maret ini.

Dalam sidang tersebut, NPC sebelumnya kembali mengukuhkan Xi Jinping sebagai presiden dengan masa jabatan ketiganya, lalu Li Qiang sebagai perdana menteri baru. Dengan terpilihnya orang nomor satu dan dua di negara itu, maka kabinet pemerintahan baru pun dibentuk.

Penunjukan Li Shangfu berlangsung bertepatan di saat meningkatnya konfrontasi dengan Washington — sekaligus dengan Taiwan.

Duduk perkara eskalasi konflik terjadi sejak Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, nekat mengunjungi Taipei pada Agustus 2022 meski sudah diperingatkan dengan tegas oleh Beijing.

Tak cuma itu, ketegangan diperburuk oleh tuduhan Kementerian Pertahanan AS bahwa China telah dengan sengaja menerbangkan balon pengintai di atas wilayah udaranya.

Pihak Beijing dengan tegas membantah tuduhan tersebut — menjelaskan bahwa balon raksasa yang sempat melintas di area fasilitas militer AS itu hanya sebuah instrumen penelitian cuaca.

Lebih lanjut, Li Shangfu adalah seorang jenderal senior di bidang luar angkasa kelahiran Februari 1958 dan tumbuh besar di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan. Dia menekuni karier militernya selama hampir 30 tahun di bandar antariksa Xichang.

Menteri Pertahanan China yang baru, Li Shangfu. Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo

Awal merintis karier, dia bekerja sebagai teknisi hingga akhirnya diangkat menjadi direktur tempat peluncuran jet luar angkasa. Di era 2000-an, Li Shangfu mengawasi peluncuran wahana bulan pertama milik China, Chang’e 2, dan memimpin uji coba rudal anti-satelit pertama Beijing.

Pada tahun 2016, Li Shangfu diangkat sebagai wakil komandan Komando Dukungan Strategis Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) yang kala itu baru saja dibentuk — sebuah departemen yang bertugas dalam perang ruang angkasa serta siber.

Di antara tahun 2017 dan 2022, Li Shangfu pun dipercaya memimpin program ruang angkasa berpilot. Semasa jabatannya, dia mampu meningkatkan aktivitas serta kemampuan China luar angkasa dan menyelesaikan 55 peluncuran orbital yang sukses pada 2021 — bahkan melampaui AS dan Rusia.

Namun, pada 2018 Washington memasukkan nama Li Shangfu ke dalam blacklist sebagai Kepala Departemen Pengembangan Peralatan. Keputusan itu diambil lantaran dia terlibat dalam transaksi pembelian jet tempur Su-35 dan materiil sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia ke China.