Jepang Akhirnya Akan Akui Ainu Sebagai Penduduk Asli

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ritual agama Suku Ainu. Foto: AFP/SCILLA ALECCI
zoom-in-whitePerbesar
Ritual agama Suku Ainu. Foto: AFP/SCILLA ALECCI

Untuk pertama kalinya Jepang akan mengakui etnis Ainu sebagai penduduk asli. Pengakuan itu termaktub dalam rancangan undang-undang yang diajukan pada Jumat (15/3).

Etnis Ainu adalah kelompok minoritas yang sebagian besar tinggal di Hokkaido. Kelompok ini telah lama menderita karena kebijakan asimilasi paksa.

Rumah tradisional Suku Ainu. Foto: AFP/Toshifumi Kitamura

Meski saat ini diskriminasi terhadap Ainu berkurang, kesenjangan pendidikan dan pendapatan masih terjadi. Selain mencakup pengakuan terhadap Ainu untuk pertama kalinya, RUU yang diajukan juga mengatur kebijakan untuk kesejahteraan Ainu.

"Penting untuk menjaga dan menghormati martabat warga Ainu dan agar generasi mendatang dapat menyadari keragaman dan nilai perbedaan," kata Suga seperti dikutip dari AFP, Jumat (15/2).

Penduduk asli Suku Ainu memainkan harpa. Foto: AFP/Toshifumi Kitamura

"Kabinet telah memutuskan membuat rancangan undang-undang untuk dijadikan kebijakan melestarikan kebanggaan masyarakat Ainu," sambung dia.

Dalam RUU terbaru ini, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang isinya menciptakan langkah mendukung masyarakat Ainu dan meningkatkan perekonomian serta pariwisata lokal.

Ainu telah lama menderita penindasan dan eksploitasi oleh pemerintahan Jepang modern sejak abad 19. Pemerintah melarang mereka menggunakan bahasa lokal dan mempraktikkan adat.

Tari tradisional Suku Ainu. Foto: AFP/Toshifumi Kitamura

Secara tradisional, Ainu adalah penganut animisme. Ciri-ciri etnis ini, setiap pria berjanggut dan perempuan menato wajahnya sebelum menikah.

Pada 2017 lalu, populasi Ainu sekitar 12.300 orang. Angka ini diperkirakan tidak tepat, sebab banyak warga Ainu menyembunyikan identitas aslinya.