Jepang Akhirnya Tinggalkan Faks, Beralih ke Online untuk Laporan Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang calon penumpang mengenakan masker di platform stasiun Tokyo, Jepang, Rabu (29/4). Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
zoom-in-whitePerbesar
Seorang calon penumpang mengenakan masker di platform stasiun Tokyo, Jepang, Rabu (29/4). Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon

Siapa yang mengira petugas kesehatan di Jepang masih menggunakan faksimile untuk mengirimkan laporan pasien corona. Jepang akhirnya akan meninggalkan sistem tersebut dan beralih ke online.

Diberitakan Reuters, Jumat (1/5), selama ini Jepang masih mengirimkan faks berisikan laporan tulisan tangan untuk mengabarkan jumlah pasien baru virus corona dari berbagai rumah sakit. Cara lain yang digunakan yaitu via telepon atau email.

Jepang memang dikenal negara berteknologi tinggi, tapi ada kewajiban membubuhi stempel hanko untuk laporan, lalu kertasnya dikirim via faksimile, teknologi berkirim laporan yang sudah mulai ditinggalkan. Selain memakan waktu lama, banyak sampah kertas yang terbuang dengan cara ini.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memerintahkan kabinetnya untuk memangkas birokrasi dan mempercepat proses pelaporan. Akhirnya Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan akan menggunakan sistem pelaporan online.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Foto: Franck Robichon/Pool via REUTERS

Sistem ini baru akan diluncurkan pada 10 Mei mendatang dan diperkirakan akan digunakan secara nasional pada 17 Mei. Menurut Kemenkes Jepang, cara ini akan meningkatkan efisiensi pengumpulan data kasus virus corona.

Cara ini menuai pujian dari dari para politikus, namun dikecam netizen Jepang. Mereka mempertanyakan mengapa baru sekarang Jepang menggunakan sistem ini.

"Maaf, tapi saya tidak bisa mengatakan 'kerja bagus'. Kalian ngapain saja selama ini?" kata seorang pengguna Twitter, Mamazon.

Sejauh ini ada lebih dari 14 ribu kasus corona di Jepang dengan 455 kematian.

Seorang pria mengenakan masker saat wabah virus corona di Tokyo, Jepang. Foto: Reuters/Issei Kato

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.