Jepang Akui Lalai, 23 Penumpang Diamond Princess Keluar Tanpa Uji Menyeluruh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang kapal pesiar Diamond Princess berdiri di balkon usai menjemur pakaian saat menjalani karantina di Daikoku Pier Cruise Terminal, Yokohaman, Jepang. Foto: AFP/JIJI PRESS
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang kapal pesiar Diamond Princess berdiri di balkon usai menjemur pakaian saat menjalani karantina di Daikoku Pier Cruise Terminal, Yokohaman, Jepang. Foto: AFP/JIJI PRESS

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato meminta maaf karena mengizinkan 23 penumpang turun dari kapal pesiar Diamond Princess tanpa uji kesehatan secara menyeluruh. Pasalnya, banyak penumpang yang dinyatakan positif virus corona setelah turun dari kapal dan telanjur kembali ke daerah asalnya.

"Kami sangat menyesalkan kesalahan operasional kami yang menyebabkan situasi ini," kata Kato dalam konferensi pers, dilansir AFP, Minggu (23/2).

Berita itu datang ketika seorang perempuan Jepang yang meninggalkan kapal lalu dinyatakan positif virus corona setelah pulang ke Prefektur Tochigi. Dia adalah orang pertama dari 970 penumpang yang dinyatakan positif.

Kapal Diamond Princess yang bersandar di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang. Foto: REUTERS/Issei Kato

Saat ini, 100 penumpang Jepang terakhir yang negatif corona di dalam kapal juga telah diizinkan pulang. Mereka akan dikarantina selama 14 hari.

Karantina juga akan dilakukan untuk 1.000 kru yang masih berada di kapal. Banyak dari mereka tidak ditempatkan dalam isolasi karena diperlukan untuk menjaga kapal tetap berjalan, menyiapkan makanan, dan mengantarkan makanan ke kabin.

Penanganan untuk kru ini mendapat banyak kritik dari berbagai pihak, karena secara tidak langsung telah menyebarkan virus ke seluruh kapal.

Kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Pelabuhan Yokohaman, Tokyo, Jepang. Foto: AP Photo / Jae C. Hong

Kato sebelumnya juga mengakui tidak ada fasilitas medis yang cukup besar untuk menampung lebih dari 3.717 penumpang kaal sekaligus.

Dalam konferensi pers, Kato mengatakan, enam penumpang Australia dinyatakan positif setelah meninggalkan Jepang. Sebanyak 18 orang Amerika dan 1 warga Israel yang dipulangkan dari kapal juga dinyatakan positif.

Kato menuturkan, Jepang saat ini menggunakan obat anti-influenza Avigan, juga dikenal sebagai Favipiravir, untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus.

Sejauh ini, ada dua orang penumpang Diamond Princess yang meninggal berusia 80-an. Total ada 135 orang di Jepang di luar kasus Diamond Princess yang terjangkit virus corona.

Sejumlah negara seperti AS dan Kanada telah mengevakuasi penumpangnya dari kapal. Indonesia juga berencana mengevakuasi 74 WNI yang menjadii kru di kapal tersebut, setelah 4 kru WNI lainnya dinyatakan positif corona.