Jepang Beri Pinjaman Setara Rp 6,9 T ke Indonesia untuk Tanggulangi Bencana

20 Oktober 2020 18:54 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga akan memberikan pinjaman ke Indonesia sebesar 50 miliar yen atau setara Rp 6,9 triliun.
ADVERTISEMENT
Komitmen tersebut disampaikan Suga saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa (20/10). Pinjaman dipakai untuk sebagai bantuan peningkatan kapasitas Indonesia menghadapi bencana.
"Mempertimbangkan dampak penyebaran COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia, pada kesempatan ini Jepang menetapkan memberikan pinjaman sebagai bantuan fiskal sebesar 50 miliar yen untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana Indonesia," kata Suga saat memberitakan pernyataan bersama Presiden Jokowi di Istana Bogor.
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berbincang bersama para menteri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Tidak cuma bantuan pinjaman fiskal, Suga turut berkomitmen memberikan bantuan dalam bentuk lain kepada Indonesia dalam menghadapi pandemi virus corona.
"Selain itu Jepang akan mendorong lembaga pengkajian kesehatan di Indonesia melalui pemberian barang dan medis," tutur Suga.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (tengah) bersama Madam Suga Mariko (kedua kanan) melambaikan tangan setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10). Foto: Setpres-Kris/HO ANTARA FOTO
Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Suga. Sebab, Indonesia jadi salah satu negara pertama yang dikunjungi Suga usai dilantik sebagai PM Jepang pada 16 September 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
"Ini juga merefleksikan komitmen bersama untuk terus memperkokoh kemitraan strategis antara Jepang dan Indonesia," kata Jokowi.