Jepang Keluarkan Peringatan Gempa Dahsyat Usai Diguncang Gempa 7,5 M

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kendaraan terparkir di tepi jalan yang runtuh di Kota Tohoku, Prefektur Aomori, imbas terkena gempa bumi dahsyat, Selasa (9/12/2025). Foto: JIJI PRESS/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kendaraan terparkir di tepi jalan yang runtuh di Kota Tohoku, Prefektur Aomori, imbas terkena gempa bumi dahsyat, Selasa (9/12/2025). Foto: JIJI PRESS/AFP

Jepang mengeluarkan peringatan gempa dahsyat setelah diguncang gempa berkekuatan 7,5 magnitudo di lepas pantai timur Prefektur Aomori pada Senin (8/12) malam.

Kerusakan akibat gempa tersebut tergolong ringan -- 34 orang luka ringan dan beberapa kerusakan pada jalan dan bangunan. Tsunami terpantau 70 cm.

Pejabat mengatakan peringatan yang diumumkan pada Selasa (9/12) kemarin itu bukan prediksi, dan kemungkinan terjadinya gempa berkekuatan 8 magnitudo atau lebih besar hanya 1%.

Meski demikian, Jepang berharap peringatan ini akan membuat masyarakat siap menghadapi gempa dahsyat yang dapat menyebabkan kerusakan seperti gempa pada 2011 yang menewaskan hampir 20 ribu orang.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (10/12), pejabat mengatakan ada peningkatan risiko gempa berkekuatan 8 magnitudo atau lebih dalam seminggu ke depan. Pemerintah mendesak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir untuk bersiap.

Seorang pekerja membersihkan bagian dalam fasilitas komersial di Hachinohe, Prefektur Aomori, Jepang timur laut, setelah gempa bumi dahsyat pada malam sebelumnya, dalam foto yang diambil oleh Kyodo pada Selasa (9/12/2025). Foto: Kyodo/via REUTERS

Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa pada Senin lalu sementara meningkatkan potensi risiko di wilayah Hokkaido dan pantai Sanriku. Di situlah lempeng Pasifik di bawah Jepang membentuk dua palung -- palung Jepang dan palung Chishima -- yang menyebabkan banyak gempa dahsyat di masa lalu.

Ahli mengatakan gempa dan tsunami mematikan pada 2011 lalu disebabkan oleh pergerakan yang terkait dengan palung Jepang. Palung ini membentang dari lepas pantai timur Chiba ke Aomori, dan palung Chishima membentang dari lepas pantai timur Hokkaido ke pulau utara dan Kepulauan Kuril.

Badan Meteorologi Jepang dalam penjelasannya mengatakan, gempa dan tsunami mematikan pada 2011 lalu terjadi dua hari setelah gempa 7,3 magnitudo yang mengguncang lepas pantai timur Iwate, salah satu daerah terdampak paling parah saat itu dan saat gempa pada Senin lalu.

Rak buku dan dokumen yang runtuh saat gempa bumi terlihat di Hakodate, Hokkaido, Jepang, Senin (8/12/2025). Foto: Kyodo/via REUTERS

Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan siaga sambil melanjutkan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Pejabat meminta masyarakat menyiapkan tas darurat yang berisi kebutuhan sehari-hari untuk beberapa hari, termasuk sepatu dan helm.

Masyarakat juga diminta untuk mendiskusikan prosedur evakuasi bersama keluarga dan tidur dengan pakaian sehari-hari supaya mereka dapat segera pengungsi. Perabot juga harus dipasang di dinding atau lantai.

Jepang memang kerap dilanda gempa bumi karena lokasinya yang terletak di Cincin Api Pasifik dan pertemuan empat lempeng yang bergesekan (Lempeng Pasifik, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Filipina). Jepang memiliki mitigasi paling maju dalam menghadapi gempa bumi.