Jepang Kirim 3 Helikopter CH-47 ke Indonesia, Bantu Padamkan Karhutla

Jepang memutuskan mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook ke Indonesia untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Informasi ini disampaikan Kementerian Pertahanan Jepang (JMOD) dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melalui akun media sosial resminya, Kamis (28/8).
“Menanggapi dampak kebakaran hutan parah di Kalimantan, Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk memberikan dukungan dalam operasi pemadaman kebakaran dengan mengerahkan helikopter Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional,” kata mereka.
“Kementerian Pertahanan Jepang (JMOD) dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) akan mengirim JS Kunisaki, yang membawa tiga helikopter CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF), ke Indonesia segera setelah persiapan selesai,” lanjutnya, disertai foto helikopter sebagai ilustrasi.
Sekilas CH-47 Chinook
JS Kunisaki adalah kapal angkut milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang akan membawa tiga helikopter untuk membantu memadamkan karhutla di Indonesia.
Adapun CH-47 Chinook adalah helikopter angkut berat bermesin ganda dengan dua rotor utama, yang digunakan untuk mengangkut personel, peralatan, dan logistik dalam jumlah besar.
Helikopter buatan Boeing ini terkenal karena dua rotor besarnya yang berada di bagian depan dan belakang, bukan satu rotor utama dan satu rotor ekor seperti kebanyakan helikopter.
CH-47 juga dapat digunakan untuk operasi bantuan bencana, termasuk mengangkut air, peralatan pemadam, dan personel.
CH-47 sering menjadi andalan dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar di berbagai negara.
Pantauan Hotspot Menurut Kemenhut
Kemenhut RI menegaskan, tim gabungan terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas.
Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak.
"Dukungan udara diperkuat dengan 30 helikopter di Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera untuk mendukung water bombing dan patroli udara," jelasnya dikutip dari unggahan Kemenhut.
Kemenhut menjelaskan, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 28 Agustus 2026 pukul 21.18 WIB terdeteksi:
🔴 875 hotspot — high confidence
🟠 15.412 hotspot — medium confidence
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
"Hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kebakaran," ungkapnya.
