Jepang Mulai Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut, China Murka: Itu Egois

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi penyimpanan air olahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang. Foto: Kyodo via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penyimpanan air olahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang. Foto: Kyodo via Reuters

Pemerintah Jepang pada Kamis (24/8) mulai membuang satu juta metrik ton air limbah radioaktif dari PLTN Fukushima Daiichi yang sudah hancur ke perairan Samudra Pasifik.

Meski Badan Pengawas Nuklir PBB (International Atomic Energy Agency/IAEA) memastikan limbah radioaktif tersebut tak berbahaya, tetapi langkah Jepang tetap menuai kecaman keras dari China.

Dikutip dari Reuters, Operator PLTN Tokyo Electric Power (Tepco) melaporkan pembuangan air limbah dimulai pada pukul 13.03 waktu setempat.

Tepco juga mengaku tidak menemukan adanya gangguan pada pompa air laut atau fasilitas-fasilitas di sekitarnya. Sebelumnya, Jepang telah memastikan bahwa pembuangan air limbah radioaktif ini tetap aman dan sesuai dengan prosedur standar keamanan internasional.

Lokasi penyimpanan air olahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang. Foto: Kyodo via Reuters

Tepco memperkirakan proses pembuangan air limbah yang saat ini berjumlah lebih dari 1,3 juta metrik ton akan memakan waktu sekitar 30 tahun.

Proses ini dilakukan secara bertahap, pembuangan pertama sebanyak 7.800 meter kubik โ€” setara dengan sekitar tiga kolam renang Olimpiade. Tahap pertama akan berlangsung selama 17 hari.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga bahkan menegaskan bakal bertanggung jawab atas keputusan pemerintah itu.

"Saya berjanji akan memikul tanggung jawab demi memastikan industri perikanan dapat terus mencari nafkah bahkan jika itu akan memakan waktu lama," ungkap Kishida, pada Selasa (22/4).

China Murka, Nelayan Lokal Waswas

Beberapa jam sebelum proses pembuangan air limbah radioaktif PLTN Fukushima dimulai, China melontarkan amarahnya atas tindakan Jepang.

Administrasi Keselamatan Nuklir China pada Kamis (24/8) menyebut tindakan pemerintah Tokyo tidak bertanggung jawab dan egois.

"Pemerintah Jepang sangat egois dan tidak bertanggung jawab dalam meluncurkan pelepasan secara paksa โ€” menempatkan kepentingan egoisnya sendiri di atas kesejahteraan seluruh umat manusia," kecam juru bicara lembaga tersebut.

Anggota oposisi utama Korea Selatan, Partai Demokrat, meneriakkan slogan-slogan saat menyalakan lilin menentang rencana Jepang untuk membuang air limbah olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut. Foto: REUTERS/Kim Hong -Ji

Alhasil, Hong Kong dan Makau โ€” dua teritorial yang dikuasai China, akan menerapkan larangan impor makanan laut dari Jepang mulai hari ini. Beijing juga memberlakukan larang serupa.

Amarah juga tidak hanya dirasakan oleh China saja. Menjelang pembuangan tahap pertama, puluhan demonstran berunjuk rasa di depan kantor Tepco di Ibu Kota Tokyo.

Mereka membawa berbagai spanduk mengecam keputusan Jepang, seperti: 'Jangan buang air yang terkontaminasi ke laut!'. Namun, unjuk rasa berlangsung singkat dan berakhir dalam waktu sekitar satu jam.

Komunitas nelayan Jepang juga turut mengkhawatirkan dampak buruk dari pembuangan limbah ini โ€” yang meski secara sains dan klinis dinyatakan aman.

Anggota oposisi utama Korea Selatan, Partai Demokrat, meneriakkan slogan-slogan saat menyalakan lilin menentang rencana Jepang untuk membuang air limbah olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut. Foto: REUTERS/Kim Hong -Ji

Sejak PLTN Fukushima Daiichi hancur oleh tsunami pada Maret 2011, mereka telah menentang rencana Jepang untuk membuang limbah apa pun ke perairan.

Para nelayan tersebut khawatir, air limbah ini akan menyebabkan hilangnya pemasokan dari penjualan makanan laut โ€” termasuk dari pembatasan ekspor ke negara yang menjadi pasar-pasar utama.

Sebenarnya, rencana pembuangan air limbah radioaktif PLTN Fukushima Daiichi sudah disetujui sejak dua tahun lalu. Pemerintah semakin yakin atas keputusan ini usai menerima lampu hijau dari IAEA.

Adapun pembuangan air limbah tersebut adalah langkah yang sangat penting dalam proses penonaktifan PLTN Fukushima Daiichi.

kumparan post embed