Jepang Panggil Dubes China Imbas Insiden Jet Tempur di Okinawa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bendera Jepan dan China. Foto: Andy.LIU/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera Jepan dan China. Foto: Andy.LIU/Shutterstock

Jepang memanggil Duta Besar China untuk Jepang Wu Jianghao pada Minggu (7/12) atas peristiwa jet tempur China bidik F-15 Jepang di Okinawa. Wakil Menlu Jepang Takehiro Funakoshi mengatakan pihaknya menyampaikan protes keras bahwa tindakan berbahaya yang dilakukan China sangat disesalkan.

"Sangat mendesak pemerintah China memastikan agar peristiwa serupa tidak akan terulang," kata Kemlu Jepang dalam keterangannya, dikutip dari AFP, Senin (8/12).

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pemerintahannya akan menanggapi dengan tenang dan tegas.

"Sambil memantau secara ketat pergerakan militer China di laut dan wilayah udara di sekitar negara kami, kami akan memastikan kewaspadaan dan pengawasan menyeluruh di laut dan wilayah udara," kata Takaichi.

Sementara dari pihak China, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Kemlu China menolak protes Jepang dan mengajukan protes balasan. Juru bicara Kemlu China mendesak Jepang untuk segera menghentikan tindakan berbahayanya yang mengganggu latihan dan pelatihan militer rutin China.

kumparan post embed

Jepang pada Sabtu (6/12) lalu mengatakan jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning dua kali membidik radar pesawat Jepang di perairan internasional di dekat Okinawa. Tidak ada kerusakan atau cedera akibat peristiwa itu.

Jet tempur menggunakan radar untuk pengendalian tembakan guna mengidentifikasi target serta untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

Angkatan Laut China menyatakan klaim Jepang sama sekali tidak sesuai dengan fakta dan meminta Jepang untuk segera menghentikan fitnah dan pencemaran nama baik.

Pekan lalu kapal Jepang dan China juga terlibat ketegangan di sekitar pulau-pulau sengketa yang dikelola oleh Jepang di Laut China Selatan. Penjaga pantai Jepang mengatakan bahwa dua kapal penjaga pantai China memasuki perairan Jepang di sekitar Pulau Senkaku, yang dikenal sebagai Diaoyu di China, dan meminta kedua kapal itu untuk pergi.

Penjaga pantai China mengatakan sebuah kapal penangkap ikan Jepang memasuki perairan China secara ilegal. China mengambil langkah pengendalian yang diperlukan dan memberi peringatan untuk mengusir kapal Jepang.