Jepang Ubah Kapal Feri jadi Tempat Karantina Virus Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal karantina Hakuo bersandar di pangkalan angkatan laut Yokosuka, Tokyo. Foto: REUTERS / Tim Kelly
zoom-in-whitePerbesar
Kapal karantina Hakuo bersandar di pangkalan angkatan laut Yokosuka, Tokyo. Foto: REUTERS / Tim Kelly

Demi mencegah virus corona, Jepang akan melakukan karantina terhadap warganya yang pulang dari Wuhan, China. Pemerintah Jepang telah menyiapkan kapal feri sebagai tempat karantina.

Diberitakan Reuters, Selasa (4/2), kapal feri sewaan bernama Hakuo itu telah sandar di pangkalan angkatan laut Yokosuka, dekat Tokyo. Rencananya, kapal berbobot 17 ribu ton tersebut akan menampung 94 warga Jepang dari Wuhan, namun kapasitasnya bisa lebih dari itu.

"Sekitar 300 orang bisa hidup dengan nyaman di dalamnya dan kapal ini punya kapasitas maksimal untuk 500 orang, walau artinya mereka harus antre untuk ke kamar mandi dan fasilitas lainnya," ujar pernyataan Pasukan Bela Diri Jepang kepada Reuters.

Kru kapal karantina Hakuo memuat persediaan untuk peserta karantina. Foto: REUTERS / Tim Kelly

Rencananya Jepang akan melakukan karantina virus corona hingga 10 hari, berbeda dengan negara lainnya yang mencapai 14 hari. Di feri juga disediakan komputer tablet dan wifi sebagai pengisi waktu luang peserta karantina.

Pasukan Bela Diri Jepang juga mengatakan, peserta karantina akan diberikan seluruh keperluan, seperti alat-alat mandi dan makan. Makanan untuk mereka juga akan diantar ke kamar, sehingga peserta tidak perlu keluar.

Kamar tidur Kapal karantina Hakuo yang bersandar di pangkalan angkatan laut Yokosuka, Tokyo. Foto: REUTERS / Tim Kelly

Langkah karantina ini diambil setelah Jepang menuai kritikan karena tidak melakukannya. Sejauh ini, ratusan warga Jepang yang dievakuasi dari Wuhan hanya diwajibkan mengkarantina diri sendiri di dalam rumah.

Saat ini Jepang juga telah mengkarantina kapal pesiar berisikan 3.500 orang dari China. Dalam pemeriksaan, ditemukan 10 orang yang positif virus corona di kapal tersebut.

Mengutip Reuters, di Jepang telah terdapat 33 kasus positif virus corona. Hingga kini jumlah korban jiwa akibat virus corona sudah mencapai 492 orang, sementara pengidapnya lebih dari 24 ribu orang di China dan 24 negara.