Jet Tempur F-35 Seharga Rp 1 T Jatuh di Alaska, Pilot Selamat

Sebuah jet tempur F-35 Lightning II jatuh saat latihan di Pangkalan Angkatan Udara Eielson, Alaska, Selasa (28/1). Pesawat itu dikenal dengan harganya yang mahal (Rp 1 triliun per jet).
Sang pilot berhasil keluar dari pesawat sebelum kecelakaan terjadi dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Darat Bassett untuk perawatan.
Komandan Wing Tempur ke-354, Kolonel Paul Townsend, menyatakan jet itu mengalami “kerusakan saat terbang”.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik pesawat jatuh dan meledak di dalam area pangkalan.
“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memahami penyebab kejadian ini dan mencegahnya terjadi lagi,” ujar Townsend dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Reuters.
Program Pertahanan Termahal AS
F-35 merupakan jet tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Lockheed Martin. Pesawat ini menjadi program pertahanan paling mahal dalam sejarah AS, dengan Pentagon mengalokasikan sekitar USD 1,7 triliun (Rp 26 ribu triliun) untuk pengadaan dan operasional hingga beberapa dekade ke depan.
Per Juli 2024, harga satu unit F-35 berdasarkan model:
F-35A (varian Angkatan Udara): USD 82,5 juta (setara Rp 1,3 triliun)
F-35B (varian lepas landas pendek dan pendaratan vertikal): USD 109 juta (Rp 1,8 triliun)
F-35C (varian kapal induk): USD 102,1 juta (Rp 1,65 triliun)
Lockheed Martin sebelumnya mengumumkan bahwa peningkatan teknologi terbaru F-35 mengalami keterlambatan, dan berpotensi berdampak pada keuntungan perusahaan di 2025.
Saat ini, Pentagon berencana membeli sekitar 2.500 unit F-35 untuk memperkuat armada tempur AS dalam jangka panjang.
