Jihad Islam Sebut Perdamaian Gaza Hasil Perjuangan Rakyat Palestina

9 Oktober 2025 13:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jihad Islam Sebut Perdamaian Gaza Hasil Perjuangan Rakyat Palestina
Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) angkat bicara terkait perdamaian antara Hamas dan Israel, Kamis (9/10). PIJ adalah faksi bersenjata terbesar kedua di Gaza setelah Hamas.
kumparanNEWS
Militan Palestina dari gerakan Jihad Islam berpartisipasi dalam parade militer anti-Israel yang menandai peringatan 36 tahun berdirinya gerakan tersebut di Kota Gaza, 4 Oktober 2023. Foto: Mahmud Hams/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Militan Palestina dari gerakan Jihad Islam berpartisipasi dalam parade militer anti-Israel yang menandai peringatan 36 tahun berdirinya gerakan tersebut di Kota Gaza, 4 Oktober 2023. Foto: Mahmud Hams/AFP
ADVERTISEMENT
Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) angkat bicara terkait perdamaian antara Hamas dan Israel, Kamis (9/10). PIJ adalah faksi bersenjata terbesar kedua di Gaza setelah Hamas.
ADVERTISEMENT
Mereka mengatakan, pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel bukan pemberian siapa pun.
Pertukaran tahanan adalah salah satu poin utama di bawah kesepakatan damai fase pertama. Hamas akan membebaskan 20 orang sisa sandera Israel yang masih disekap di Gaza. Sebagai imbalannya akan ada 2.000 tahanan Palestina yang dilepaskan Israel.
Meski menegaskan bukan pemberian pihak lain, PIJ tak menampik peran pihak internasional dalam upaya mendorong perdamaian di Gaza.
Pejuang Hamas dan Jihad Islam menyerahkan sandera WN Thailad ke Palang Merah di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Kamis 13 Januari 2025. Foto: Foto AP/Jehad Alshrafi
Akan tetapi secara khusus PIJ menggarisbawahi perlawanan dari milisinya di Gaza. Menurut mereka selama perang pecah milisinya dibantu rakyat Palestina terus berjuang melawan Israel.
“Kami menekankan pengorbanan besar yang telah dilakukan oleh rakyat Palestina, dan keberanian serta kepahlawanan para pejuang di lapangan yang melawan pasukan musuh dan menunjukkan keberanian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pertempuran," demikian pernyataan PIJ seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
"Di momen-momen bersejarah ini, rakyat kami tidak akan melupakan para martir agung mereka yang memainkan peran terpenting dalam menjaga keteguhan perlawanan," tambahnya.
Adapun sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan usulan perdamaian Gaza, Jihad Islam merespons dengan positif.
Dia bahkan mendukung respons Hamas yang akan melepaskan sandera Israel agar perdamaian di Gaza terwujud.
Anggota Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas Palestina, ambil bagian dalam parade militer di Rafah di Jalur Gaza Foto: Said Khatib / AFP
Jihad Islam sendiri meski skalanya lebih kecil dibanding Hamas dikenal atas sikap dan perjuangannya yang lebih keras. Kelompok ini juga sempat menyandera warga Israel.
Berbagai laporan mengungkap bahwa Jihad Islam didukung Iran yang adalah musuh bebuyutan Israel.
Milisi bersenjata Jihad Islam bernama Brigade Al-Quds (disebut juga Saraya al-Quds), sedangkan Hamas bernama Brigade Izzuddin Al-Qassam (sering disingkat Brigade Al-Qassam).
ADVERTISEMENT