Jika Dukung Anies Capres, NasDem Dinilai Berseberangan dengan PDIP, Bukan Jokowi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7). Foto: ANTARA FOTO/Fauzi Lamboka
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7). Foto: ANTARA FOTO/Fauzi Lamboka

Beberapa DPW NasDem menyatakan akan mengusulkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Ketum Surya Paloh dalam Rakernas yang akan diadakan pada 15-17 Juni mendatang sebagai kandidat capres.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan jika Paloh memilih Anies, maka NasDem bakal berseberangan dengan poros PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

Namun, meski berseberangan dengan PDIP, Yunarto menilai, NasDem tidak akan berseberangan dengan Jokowi.

"Kalau usung Anies berseberangan sama PDIP iya. Kalau sama Jokowi enggak. Masih jadi pertanyaan besar, apakah kalau dukung Anies, lalu NasDem berseberangan dengan Jokowi," kata Yunarto, Rabu (4/5).

Yunarto menilai, Jokowi cenderung menghindari oposisi yang berkepanjangan. Menurut dia, gaya politik Jokowi cenderung merangkul lawan politiknya.

Ini terlihat jelas dalam Pilpres 2019 lalu.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan pidato dalam peresmian gedung Nasdem Tower di Menteng, Jakarta, Selasa (22/2/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

"Kalau misalnya yang dimajukan adalah Anies pun menurut saya enggak bisa langsung ditafsirkan NasDem berseberangan sama Jokowi. Kita tahu Jokowi cenderung menghindari oposisi biner. Prabowo ditarik masuk, Sandi ditarik masuk," ucapnya.

Yunarto menambahkan, rekomendasi 3 nama capres dari Rakernas merupakan kecerdasan Paloh. Menurut dia, Paloh bisa membuat formulasi paslon dengan 3 nama yang dihasilkan.

Selain itu, NasDem bisa menarik keuntungan elektoral karena pendukung ketiga kandidat itu bakal menaruh harapan pada NasDem. Artinya, NasDem bisa masuk ke segmentasi pemilih yang mendukung ketiga kandidat itu.

"Saat keluarkan 3 nama, dia bisa buat formasi pasangan ketika koalisi bisa dibangun sebelum pengumuman nama capres. Ini kecerdasan Paloh, ketika keluarkan 3 nama, dia bisa main ke banyak segmen. Dia bukan hanya bicara capres, tapi bisa buat formulasi," tutur dia.

Dengan menjadi parpol pertama yang memiliki rekomendasi capres, Yunarto menilai NasDem dapat memimpin sebuah poros koalisi dalam Pilpres 2024.

"Keberanian NasDem untuk keluarkan nama paling pertama, dia bisa menjadi pemimpin poros sebuah koalisi. Otomatis bisa menjadikan capres atau cawapresnya kader atau bahkan membentuk formasi pasangan," tutup Yunarto.

***

Ikuti program Master Class, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar Sekarang DI LINK INI.