Jimly Temui Zulhas di Widya Chandra, Serahkan Buku Menuju Perubahan Kelima UUD
26 November 2025 9:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menemui Menteri Koordinator bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
Jimly menyebut, kunjungan ini dalam rangka menyerahkan buku yang berjudul ‘Menuju Perubahan Kelima Undang-Undang Dasar’. Sebelumnya buku serupa diberikan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Pantauan kumparan di lokasi, Jimly tiba pukul 07.57 WIB. Ia pun disambut Zulhas di depan rumah, sebelum kemudian menyerahkan buku yang dibawanya. Keduanya lalu memasuki ruang pertemuan.
“Ya hari ini saya diundang Pak Zulhas kira-kira sebagai Menko atau sebagai Ketua Umum PAN. Beliau tertarik mau lihat buku yang saya kemarin kasih untuk Ibu Mega. Saya kasih, masa Ketua Umum PDIP dikasih, Ketua Umum PAN nggak, gitu loh. Oh ya udah siap saya datang,” kata Jimly.
Di dalam ruangan, telah hadir sejumlah elite PAN yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto; Wakil Menteri Transmigrasi sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga; serta anggota Komisi I DPR Fraksi PAN Desy Ratnasari.
Pertemuan berlangsung tertutup. Sebelum masuk ke dalam ruang pertemuan, Jimly sempat menjelaskan maksud kedatangannya.
ADVERTISEMENT
Ia menyebut, ada kemungkinan pembahasan hari ini juga mengenai reformasi Polri. Namun, selain itu akan dibahas pula pembenahan sistem ketatanegaraan.
“Ya nanti saya mau dengar. Tapi kayaknya mengenai Undang-Undang Dasar ini. Jadi karena reformasi Polri itu kan bagian kecil dari bangsa kita untuk menata ulang kehidupan ketatanegaraan. Nah, kita mulai dari polisi,” kata Jimly.
“Ini buku nggak ada kaitan dengan polisi ini. Ini saya bikin sekian bulan yang lalu sebelum dibentuk komisi reformasi,” tambahnya.
Jimly menegaskan, buku tersebut akan diberikan kepada Zulhas sebagai bentuk penjajakan dukungan dari PAN terhadap perubahan kelima UUD.
“Mau saya kasih untuk manas-manasi supaya PAN mendukung ide perubahan kelima UUD,” ungkapnya.
Ia menekankan, dukungan politik dari partai-partai diperlukan dalam proses reformasi kebijakan kepolisian dan sistem ketatanegaraan.
ADVERTISEMENT
“Ya tentu nanti saya mau memberi informasi juga mengenai kepolisian. Karena pada akhirnya ada bagian kebijakan yang harus mengubah undang-undang tentang kepolisian. Maka itu kan kita perlu dapat dukungan juga dari semua partai,” tutur Jimly.
“Karena ini kebutuhan sesuai dengan aspirasi rakyat, dan memang kebutuhan negara kita untuk ada perbaikan kepolisian. Termasuk yang lain kan waktu agustus kelabu, kantor polisi banyak dibakar,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung pembakaran kantor DPRD di sejumlah daerah saat momen kerusuhan publik.
“Mengapa? Ya karena dia yang paling depan. Tapi yang paling belakang, DPRD. DPRD kan dibakar juga di mana-mana itu. Nah itu gambaran dari perasaan umum, bahwa ada sumbatan saluran aspirasi rakyat selama ini. Nah itu tercermin di dibakarnya beberapa DPRD. Bahkan rumah anggota DPR yang hanya gara-gara joget. Tapi itu cermin dari kekhawatiran,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Saat disambut oleh Zulhas, Jimly pun menyapanya dengan berseloroh.
“Ini saya bilang mau saya kasih nih (buku) Soalnya kemarin Ketua Umum PDIP saya kasih. Ini bahaya ini kalo Ketua Umum PAN protes nih ya. Saya mau kasih buku Menuju Perubahan Kelima Undang-Undang Dasar,” pungkas Jimly.
