JJ Rizal Tak Tahu Masuk Tim Pertimbangan Monas dan Anggap Tak Perlu

Pemerhati sejarah JJ Rizal masuk dalam Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan/Acara di Kawasan Monumen Nasional (Monas) sesuai dengan Kepgub 267 yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun JJ Rizal ternyata belum tahu namanya masuk dalam tim itu. Dia malah menganggap tim tersebut sebenarnya tidak perlu dibuat.
“Saya pikir juga tidak perlu sampai dibuat (tim), Gubernur Jakarta cukup buat FGD dengan memanggil TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) atau jika dirasa kurang atau tidak bisa dipercaya tim itu bisa ditambah beberapa pakar dari luar untuk meminta pendapatnya apakah sejatinya tujuan Monas didirikan,” kata JJ Rizal saat dihubungi, Rabu, (8/8).
JJ Rizal mengaku belum pernah diajak bicara oleh Pemprov DKI perihal tim pengawasan Monas. Bahkan, JJ Rizal juga merasa selama ini belum menerima surat mengenai dirinya masuk tim tersebut.
“Saya, JJ Rizal, tidak pernah terima sepotong surat pun yang menyatakan pengangkatan diri saya sebagai Dewan Pertimbangan Monas. Bahkan saya tidak pernah diajak bicara soal pembentukan dewan itu dan apa tujuannya. Sebab itu bingung kalau ujug-ujug nama saya ada di dalamnya,” ujar JJ Rizal.

Lebih lanjut JJ Rizal mengaku hanya menerima undangan rapat di Monas. Sehingga JJ Rizal tidak menghadiri undangan itu karena merasa tidak sesuai dengan kapasitasnya.
“Memang pernah menerima undangan rapat di Monas, tetapi karena suratnya tidak jelas yaitu saya dimintai pendapat soal acara-acara yang buat saya aneh dibuat di Monas, seperti gerak jalan suatu brand, maka saya tidak datang. Saya anggap surat itu salah alamat,” tutup JJ Rizal.
Kepgub tersebut diisi oleh berbagai unsur mulai dari Pemprov, Kepolisian sampai pemerhati sejarah. Untuk itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menganggarkan Rp 461 juta di APBD Perubahan 2018 sebagai uang honor anggota tim yang bekerja.
