JK: 100 Orang Kaya Hanya 12 yang Puasa, Artinya Cuma 12 Orang yang Bayar Zakat

1 Maret 2024 20:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wapres ke 10 dan 12 RI sekaligus Ketua DMI Jusuf Kalla di Mukatamar DMI, Jumat (1/3/2024). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wapres ke 10 dan 12 RI sekaligus Ketua DMI Jusuf Kalla di Mukatamar DMI, Jumat (1/3/2024). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyoroti masyarakat dengan penghasilan tinggi yang tidak membayar zakat. Padahal, pembayaran zakat dibutuhkan untuk membantu memakmurkan umat.
ADVERTISEMENT
"Saya selalu katakan dalam rukun Islam, syahadat gampang, alhamdulilah bisa tapi bayar zakat mesti mampu, puasa semua bisa, naik haji juga mesti mampu," kata JK di Muktamar DMI di Hotel Sultan, Senayan, Jumat (1/3).
"Jadi kalau kita tidak mampu, cuma tiga yang bisa dilaksanakan, rukun Islam lima tapi tidak mampu (semua) cuma (bisa) tiga dilaksanakan, kita mau yang lengkap. Maka tentu kemajuan itu menjadi dasar," sambungnya.
Kemudian, ia mencontohkan dari 100 orang kaya hanya sedikit yang membayar zakat. Karena itu, kata Wapres ke 10 dan 12 itu, berpendapat pembayaran zakat bagi orang kaya perlu didorong.
"Sepuluh orang kaya cuma satu yang puasa. 100 orang kaya cuma 12 yang puasa. Artinya makin banyak cuma 12 yang bayar zakat yang lain ya tidak bayar zakat. Tentu bayar pajak, tapi pajak lain lagi kan. Inilah gambaran umat yang kita lalui dan harus dukung," katanya.
ADVERTISEMENT
Sebab, JK menuturkan, masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah namun juga harus menjadi wajah memakmurkan umat.
"Karena itu pedoman selalu saya katakan bukan hanya selalu memakmurkan masjid tapi bagaimana masjid memakmurkan masyarakat. Itulah yang menjadi dasar kita semua bahwa masjid harus mempunyai kegiatan ekonomi yang baik secara bersama-sama. Tanpa itu, kita tidak akan membawa masjid itu ke tempat yang seharusnya dilaksanakan itu," pungkas JK.