kumparan
26 Okt 2017 16:14 WIB

JK: Gatot Tak Bisa Masuk AS karena Masalah Sistem Administrasi

Gatot Nurmantyo (Foto: Antara/Setpres/Agus Suparto)
Panglima TNI Gatot Nurmantyo gagal terbang ke AS. Waki Presiden Jusuf Kalla pun membeberkan alasan Gatot tak bisa masuk AS saat hendak berangkat pada Sabtu, 21 Oktober 2017.
ADVERTISEMENT
Peristiwa tersebut rupanya muncul dari kesalahan sistem dan administrasi dari pihak AS. Meski tak menjelaskan secara rinci namun JK mengimbau seluruh pihak untuk menyudahi persoalan tersebut. Pasalnya, AS telah beberapa kali meminta maaf kepada Indonesia.
"Kalau saya dengar Amerika sudah mengakui kesalahannya bahwa itu kesalahan administrasi, juga sudah minta maaf. Saya pikir ini kesalahan komputer ini, kesalahan administrasi kan. Jadi ya sudahlah. Kita juga tidak ingin bertengkar terus, yang penting Amerika sudah minta maaf," kata JK di Istana Wapres, Kamis (24/10).
JK mengaku mendapatkan informasi tersebut langsung dari kedutaan AS di Indonesia. Kesalahan tersebut memang bersumber dari kesalahan sistem yang berarti kesalahan dari komputer.
"Mereka tidak mengatakan komputer, mereka mengatakan kesalahan administrasi. Tapi kan administrasinya lewat mesin semuanya, jadi berarti kesalahan komputer," ujar JK.
ADVERTISEMENT
Ia juga meminta masyarakat menerima pernyataan maaf tersebut. Tak perlu menuntut apa pun karena jarang sekali negara seperti AS meminta maaf karena melakukan suatu kesalahan. "Kalau orang sudah minta ke Tuhan, minta ampun, minta maaf, ya sudah," sambung JK.
Tak hanya Gatot, JK pun juga pernah mengalami hal yang sama. Saat itu JK melakukan kunjungan kerja di Peru, namun pesawat yang ditumpanginya tak kunjung terbang lantaran ada kesalahan. Ketika itu JK terbang dari Los Angeles, AS.
Jusuf Kalla tiba di Turki. (Foto: Dok. Setwapres)
"Waktu LA pesawat ditahan sejam dengan alasan ada penumpang yang tidak clear, ada staf. Terpaksa tengah malam telepon Washington, kenapa dua orang ini? Ternyata administrasi itu. Pesawat saya, saya sendiri tertahan, apa boleh buat. Sudah di pesawat pun sejam tidak bisa berangkat. Jadi komputer masuk salah, ya keluar salah," kata JK menceritakan.
ADVERTISEMENT
JK juga berharap hubungan Indonesia dengan AS di kemudian hari tak rusak cuma gara-gara soal ini. Ia meminta AS untuk memperbaiki sistem yang cenderung mengalami kesalahan.
"(AS harus) memperbaiki juga dia punya sistem. Jadi ini kan sistem ini karena hanya kalau salah ada alarm berbunyi. Pesawat Amerika itu sebelum berangkat seperti Emirates manifest-nya harus dikirim ke Amerika, bahwa ini yang mau datang," bebernya.
"Jadi mungkin masuk komputer, tiba-tiba ada (nama) Gatot yang sama, ya mungkin ada masalah, ya dikira inilah itu. Nama Muhammad, nama Gatot bermasalah di Amerika, ha...ha... sering salah masuk itu," pungkasnya.
Sebelumnya, pihak AS telah menjelaskan bahwa pihaknya telah memberitahu pihak Gatot bahwa Gatot akan mengalami penundaan penerbangan karena keterlambatan penerbitan security protocol dari pihak AS. Gatot kemudian dipesankan pesawat pengganti. Namun, Gatot ternyata memilih tidak jadi berangkat untuk memenuhi undangan Pangab AS yang menggelar konferensi kejahatan ekstremisme.
ADVERTISEMENT
Pada Rabu 25 September, Kedubes AS kembali mengeluarkan statement terkait insiden yang menimpa Jenderal Gatot Nurmantyo:
Pada hari Sabtu, 21 Oktober, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta istri mengalami penundaan saat akan naik pesawat menuju Amerika Serikat karena kesalahan administratif. Kesalahan tersebut secara cepat diluruskan. Kami telah mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Tidak ada larangan terbang untuk Panglima TNI dan istri, dan kami dengan senang hati menyambut mereka di Amerika Serikat.
Kami tetap menjaga komitmen Kemitraan Strategis kami dengan Indonesia, sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran bagi bangsa di kedua negara. Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan kami telah menyampaikannya kepada Pemerintah Indonesia.
ADVERTISEMENT
Pemerintah Amerika Serikat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang yang akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat diteliti dan diperiksa secara saksama demi menjaga tanggung jawab kami terhadap keamanan nasional AS. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas bantuannya dalam menyelesaikan hal ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan