JK Minta Kualitas Pendidikan Islam Diperbaiki

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembukaan Rakernas Tarbiyah Perti di Lampung. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan Rakernas Tarbiyah Perti di Lampung. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Rakernas Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah Perti) yang bertema bertema 'Tarbiyah Perti Mengawal Perhelatan Demokrasi yang Damai dan Bermartabat bagi Keutuhan NKRI' di Lampung pada Sabtu (28/7).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla meminta Tarbiyah Perti memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di kalangan umat Islam. Sebab kemajuan dan kemunduran umat di suatu negara sangat bergantung pada kualitas pendidikannya. Tak hanya pendidikan, di bidang ekonomi, umat Islam masih cukup tertinggal jika dibandingkan umat yang lain.

"Dengan pendidikan kita bisa memajukan bangsa. Umat Islam 88 persen penduduk negeri ini. Kemajuan negara tentu 88 persen menikmatinya, tapi setiap kemundurannya tentu juga kita yang (mengalaminya) walaupun peranan kita di beberapa bidang seperti di ekonomi tidak sebesar dibanding dari peranan dari saudara kita dari agama lain," kata JK di Swiss dalam pembukaan Rakernas Perti di Swiss Bell Hotel, Lampung, Sabtu (28/7).

"Tentu ini perlu menjadi perhatian daripada upaya kita semua untuk membawa organisasi seperti tarbiyah ini untuk menjadi pelopor di bidang tersebut," tambah JK.

JK di acara pelepasan peserta Mudik Bersama DMI. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
JK di acara pelepasan peserta Mudik Bersama DMI. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

JK meminta, setelah rakernas nanti, Tarbiyah Perti bisa mengevaluasi sistem pendidikannya untuk masyarakat. Selain ilmu pengetahuan, JK mengatakan pemanfaatan teknologi juga penting untuk meningkatkan produktivitas suatu negara.

"Satu bangsa yang maju dapat kita ketahui dari nilai tambah dan kemajuan ekonomi bangsa, produktivitas, nilai tambah, perdagangannya. Tak ada bangsa yang bisa tingkatkan pertanian industri tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi. Dasar kemajuan bangsa adalah pendidikan itu sendiri, dan kita harap Tarbiyah Perti bersama menilai evaluasi pendidikan itu sendiri," kata JK.

Sementara itu Ketua Perti Basri Permada mengatakan Rakernas ini merupakan yang kali pertama setelah organisasi Islam Tarbiyah dan Perti Islah.

"Setelah 2 tahun islah, tuntutan konstitusi kita (berpikir) harus adakan rakernas. Islah ini bersatunya kepemimpinan pengurus daerah Tarbiyah Perti," kata Basri.

"Ini rakernas pertama, kalau munas dan muktamar dihadiri presiden, maka alhamdulillah rakernas ini dibuka Wakil Presiden JK. Saya terharu, kunjungan beliau hanya semata untuk rakernas," jelasnya.