JK: Muhammadiyah seperti Holding Company, NU Franchise

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wapres JK Buka Puasa Bersama dengan ICMI. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wapres JK Buka Puasa Bersama dengan ICMI. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Wapres Jusuf Kalla menyoroti soal kewirausahaan umat saat berpidato di halalbihalal PP Muhammadiyah. JK menilai kewirausahaan umat Islam masih belum maksimal.

JK menyebut, untungnya masih ada pengusaha Chairul Tanjung yang masuk sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. "Untung ada Chairul. Masih ada di antara 10 orang yang terkaya, masih ada dia," kata JK disambut tepuk tangan para hadirin di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Chairul Tanjung yang hadir dalam acara tersebut langsung tertawa.

Oleh sebab itu, JK mengajak semua pihak untuk menggerakkan ekonomi umat, baik di NU maupun Muhammadiyah. Peran NU dan Muhammadiyah dalam menggerakkan umat, kata JK, sangat penting.

Dalam kesempatan itu, JK juga menyebut adanya perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. Menurut dia, kedua organisasi ini memiliki banyak perbedaan dan kesamaan.

"Memang punya kesamaan dan perbedaan juga. Kalau NU besar krena kementerian, jadi pesantren itu banyak pesantren NU. Tapi yang punya beda-beda kiai," ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia ini.

"Tapi kalau Muhammadiyah ini holding company. Kalau NU sama dengan franchise, kayak Mcdonald's. Mcdonald's banyak di Indonesia, di mana-mana banyak. Tapi pemiliknya beda-beda" lanjutnya.

Mantan Ketum Golkar ini kemudian menjelaskan perbedaan franchise dan holding company. Menurut dia, jika berdiri sendiri, maka kemampuan enterpreneurship-nya menonjol. Sementara di holding company, yang menonjol adalah kemampuan manajerial.

"Itu dua organisasi. Jangan menjadi satu, biar saja berbeda karena masing-masing punya segmen berbeda. Tapi bagaimana cara mengisi dan mencapai tujuan yang sama," ujar JK.