JK soal Luhut Jadi Penasihat Prabowo: Boleh Saja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jusuf Kalla dengan para Pimpinan MPR RI usai berdiskusi di Brawijaya 6, Jaksel, Rabu (23/5/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jusuf Kalla dengan para Pimpinan MPR RI usai berdiskusi di Brawijaya 6, Jaksel, Rabu (23/5/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diisukan bakal ditunjuk sebagai penasihat untuk Prabowo Subianto bila nanti menjabat Presiden. Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla bilang, boleh-boleh saja.

"Ndak tahu juga, asal menasihati yang baik untuk kemajuan bangsa tentu boleh saja," jelas JK kepada wartawan di kediamannya yang beralamat Brawijaya No 6, Jaksel, Rabu (22/5).

Dia menjelaskan bila nantinya Luhut dipilih, diharapkan ia dapat memberikan nasihat yang harus sesuai dengan undang-undang.

"Asal jangan menasihati yang, apa itu, tidak sesuai Undang-Undang Dasar harus sesuai aturan. Asal sesuai dengan ketentuan negara konstitusi," tambahnya.

Soal peluang ia sendiri diminta Prabowo, JK secara halus menolak. Sebab, saat ini sudah ada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Kan ada Wantimpres, Wantimpres," ujar JK kepada wartawan di lokasi.