JK Terima Organisasi Mahasiswa, Minta Fokus Bangun Perekonomian Umat

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima pengurus pusat organisasi mahasiswa dan pemuda Islam. Beberapa di antaranya yakni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) hingga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Di pertemuan itu, JK menyoroti soal masih kurangnya tingkat ekonomi hingga kesejahteraan umat di beberapa wilayah di Indonesia. JK meminta agar pemuda, khususnya para mahasiswa Islam bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Arahan beliau juga anak-anak muda, terutama anak muda Islam ini untuk fokus pada pembangunan ekonomi, peran ekonomi umat, dan persoalan-persoalan umat hari ini yang perlu dipecahkan," kata salah satu perwakilan dari KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (11/3).
"Masih banyak di antara umat Islam ini yang masih menjadi PR terkait kesejahteraan, terkait ekonomi, masih banyak hal yang perlu kita tuntaskan, selesaikan. Sehingga agenda anak-anak muda ini menjadi lebih nyata, lebih konkret bahwa ke depan kita yang akan menjadi salah satu motor untuk menggerakkan ekonomi umat itu," timpalnya.
Selain itu, para perwakilan organisasi mahasiswa tersebut juga melapor ke JK bahwa mereka akan mengadakan Muktamar Pemuda Islam yang akan diselenggarakan pada 4-5 April di Jakarta. JK pun menyambut baik rencana tersebut.
"Rencana kami akan mengadakan Muktamar Pemuda Islam pada tanggal 4-5 April 2019 di Jakarta. Kami dari organisasi pemuda yang berkumpul ini merencanakan kegiatan tersebut dalam rangka membahas persoalan keumatan dan kebangsaan terlebih pada peran dan fungsi anak muda hari ini," jelasnya.
Irfan menyebut, muktamar tersebut akan menjadi acara pemersatu beberapa organisasi dan mahasiswa dan kepemudaan Islam di Indonesia. Acara juga akan mengangkat isu ekonomi, peran kita dalam pembangunan ekonomi umat Islam.
Muktamar rencananya akan diikuti oleh sekitar 18 organisasi termasuk KAMMI, PERSIS hingga para pengurus HMI.
"Rencana kita baru 18 (organisasi yang ikut muktamar), dan kalau nanti ada beberapa organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang belum tergabung kita ajak dan kita terbuka bahwa kita berkumpul ini untuk tidak lain tidak bukan persoalan keumatan dan kebangsaan. Anak muda harus hadir di sana," tegasnya.
