JK: Tujuan Pengungsi Rohingya Bukan ke Indonesia Tapi Negara Maju

Serangan militer Myanmar pada warga Rohingya setidaknya telah menewaskan lebih dari 400 jiwa dalam sepekan. Perkampungan etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, dibumihanguskan. memaksa belasan ribu warga Rohingya mengungsi.
Konlik di Rakhine yang memang sudah terjadi sejak dulu, memaksa para pengungsi dari etnis Rohingya untuk mencari suaka ke negara lain. Indonesia diketahui menjadi salah satu tujuan para pengungsi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi adanya beberapa pengungsi Rohingnya yang ada di wilayah Indonesia seperti di beberapa daerah di Aceh dan Makassar. Meski telah cukup lama menetap namun JK menyebut Indonesia bukanlah tujuan utama para pengungsi Rohingya.
"Mereka itu mengungsi tujuannya bukan Indonesia, selalu pengungsian itu ke negara yang lebih baik daripada negeri ini. Di Indonesia juga lebih baik karena itu kita terima. Tujuan mereka itu ke Australia, kita menampung beberapa saja," Kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/9).
Meski demikian Indonesia, kata JK, tetap menerima para pengungsi tersebut melalui United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Menurut dia, UNHCR menyiapkan para pengungsi itu agar mendapat pelabuhan baru, utamanya di negara-negara maju.
"UNHCR itu mempersiapkan bahwa mereka mendapat tempat di negara-negara maju karena itu justru negara-negara (seperti) AS (yang) butuh tenaga kerja. Kalau kita, berlebihan tenaga kerja, dan mereka tidak mengharapkan pergi ke Indonesia untuk melangsungkan kehidupan. Dia justru ingin, pergi ke negara-negara yang lebih maju," ujar JK.
JK juga berharap konflik yang ada di Rohingya itu tak akan terjadi di Indonesia.
"Seperti saya katakan, masalah Rohingya itu setidaknya (karena ada) empat faktor masalah. (Ada) sejarah, ekonomi, politik, dan agama," katanya.
"Bukan hanya agama. Jadi ini kita harap jangan konflik itu juga terjadi di Indonesia. Karena kita tidak ada masalah dengan Buddha di sini. Kita bersama masyarakat Buddha di sini juga membikin pernyataan mengutuk (konflik Rohingya) atau mendukung agar tak terjadi (konflik) seperti itu," pungkasnya.
