JKF 2026 Siap Digelar, BI Sebut Ekonomi Kreatif Penopang Pertumbuhan Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi dalam konferensi pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) Tahun 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi dalam konferensi pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) Tahun 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, penyelenggaraan JKF tahun ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Jakarta (new engine of growth).

“Ekonomi kreatif ini merupakan new engine of growth. Terutama kami melihat dari 17 subsektor ekonomi kreatif, utamanya musik dan film yang selama ini hanya dilihat sebatas hiburan. Dari aspek ekonominya memberikan multiplier effect yang luar biasa,” kata Iwan dalam konferensi pers JKF 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (19/6).

Menurut Iwan, industri film dan musik tidak hanya berdampak pada sektor hiburan, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti pariwisata, fesyen, kuliner, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam konferensi pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) Tahun 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ia menjelaskan, ekonomi Jakarta pada kuartal I 2026 tumbuh 5,59 persen, meningkat dibanding periode sebelumnya sebesar 4,95 persen. Jakarta juga berkontribusi 16,67 persen terhadap PDB nasional.

“Jakarta memberikan kontribusi 16,67 persen terhadap PDB nasional dan kita perlu bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini di tengah tantangan yang semakin tidak mudah,” ujarnya.

Iwan menambahkan, JKF tahun ini merupakan penyelenggaraan keenam dengan konsep yang lebih inklusif dan kolaboratif. Festival tersebut sengaja digelar pada awal Juli untuk menjaga momentum konsumsi masyarakat setelah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026.

“Kami ingin momentum HUT Jakarta, Jakarta Fair, dan Jakarta Kreatif Festival saling mendukung sehingga konsumsi masyarakat sebagai tulang punggung ekonomi Jakarta tetap terjaga,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai ekonomi kreatif menjadi sektor yang akan menentukan masa depan kota-kota besar, termasuk Jakarta. Menurut Pram, perkembangan ekonomi kreatif saat ini tidak dapat dipisahkan dari ekonomi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) Tahun 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Ekonomi kreatif itu merupakan new engine. Di dalamnya ada digital economy, ada artificial intelligence yang sekarang itulah yang mengubah wajah sebuah kota,” ujar Pramono.

Pramono mengatakan, meningkatnya kepercayaan pelaku industri global terhadap Jakarta menjadi salah satu indikator berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif di ibu kota. Ia mencontohkan sejumlah agenda hiburan internasional yang semakin banyak memilih Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan.

“Ketika panggung-panggung dunia hadir di Jakarta dan mereka merasa aman, nyaman, maka pasti kontribusinya kepada ekonomi Jakarta akan signifikan,” katanya.

Karena itu, Pramono berharap kegiatan seperti JKF dapat digelar lebih sering dan tidak hanya menjadi agenda tahunan.

“Saya meminta yang namanya Innovative, Explore, Empower tidak setahun sekali. Kalau bisa sebulan sekali, karena itu akan meng-engineer pertumbuhan ekonomi di Jakarta,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui penguatan akses pembiayaan bagi pelaku industri kreatif, termasuk sektor film.

Menurut Edwin, Jakarta tidak memiliki komoditas unggulan seperti daerah lain sehingga ekonomi kreatif menjadi sektor strategis yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ekraf inilah yang menjadi engine of growth dan juga game changer untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta,” kata Edwin.

Ia mengungkapkan salah satu tantangan terbesar industri film saat ini adalah aspek pembiayaan. Karena itu, OJK berupaya memfasilitasi ekosistem pembiayaan agar industri tersebut dapat berkembang lebih optimal.

“Pembiayaan terkait film ini menjadi PR tersendiri. Kita harus cari opsi bagaimana industri ini bisa menjadi bagian yang mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta melalui pembiayaan yang bisa digunakan seoptimal mungkin,” ujarnya.

Selain film, OJK juga akan memperluas dukungan terhadap subsektor ekonomi kreatif lainnya seperti konten digital, penyelenggaraan event, periklanan, kuliner, kriya, dan fesyen.