Joe Biden Maki Jurnalis yang Bertanya soal Inflasi: What a Stupid Son of a B***h

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Presiden AS Joe Biden memberikan pidato peringatan kerusuhan pendukung Trump di US Capitol, Washington, DC. Foto: Greg Nash/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden memberikan pidato peringatan kerusuhan pendukung Trump di US Capitol, Washington, DC. Foto: Greg Nash/Pool via REUTERS

Pertanyaan mengenai inflasi yang dilontarkan oleh seorang wartawan tampaknya membuat Presiden Amerika Serikat Joe Biden gusar. Biden tertangkap memaki wartawan tersebut dengan sebutan “bajingan dungu.”

Dikutip dari Reuters, peristiwa itu terjadi dalam acara di Gedung Putih yang berlangsung pada Senin (25/1) waktu setempat.

Setelah acara berakhir, para jurnalis dipersilakan untuk keluar dari ruangan rapat Dewan Persaingan Gedung Putih.

Namun, ketika mereka mulai meninggalkan ruangan, seorang wartawan media Fox News bernama Peter Doocy menyerukan pertanyaan soal dampak inflasi AS terhadap Pemilihan Kongres tahun ini.

Doocy telah lama meliput gerak gerik Biden. Dalam acara-acara dengan pers, ia kerap kali melontarkan pertanyaan skeptis dan kritis terhadap Biden.

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang krisis di Afghanistan di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (16/8). Foto: Leah Millis/REUTERS

“Aset yang hebat, inflasi lagi,” Presiden ke-46 AS itu merespons dengan sarkastik di tengah-tengah riuh rendah suara wartawan. Kemungkinan besar, Biden tidak sadar mikrofonnya masih aktif.

What a stupid son of a b***h ,” Biden terdengar bergumam.

Dilaporkan AFP, seorang jurnalis televisi di ruangan mengaku tidak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan oleh Biden karena saat itu ruangan sedang ramai.

“Tetapi, jika Anda penasaran soal bagaimana perasaan Biden saat ditanyai tentang inflasi oleh wartawan Fox Peter Doocy, arahkan saja perhatian Anda ke video acara,” ujar wartawan yang tak disebutkan namanya itu.

Gedung Putih dan Fox News masih belum memberikan komentar soal ini. Tetapi, dalam sebuah wawancara, Peter Doocy memilih untuk tidak menghiraukan makian tersebut.

“Yah, belum ada yang melakukan cek fakta kepada dia dan mengatakan itu tidak benar,” ujar Doocy. Fox News diketahui merupakan media yang cenderung condong ke pihak Konservatif.

Sebelumnya, ketika Biden salah ucap, Gedung Putih langsung mengeluarkan keterangan untuk menjelaskan maksud orang nomor satu di AS itu atau memutar kembali ucapannya.

Presiden AS Joe Biden berpidato saat peringatan seratus tahun pembantaian ras Tulsa di Pusat Kebudayaan Greenwood di Tulsa, Oklahoma, AS. Foto: Carlos Barria/Reuters

Contohnya, saat Biden menyebut “serangan kecil” dalam pernyataan soal konflik Rusia dan Ukraina.

Kali ini, Gedung Putih terlihat tidak terlalu ambil pusing. Mereka tetap merilis transkrip pidato Biden setelah acara selesai.

Setahun yang lalu, ketika Biden pertama menjabat sebagai presiden, ia berjanji tidak akan menoleransi sikap tidak sopan di antara staf-staf pemerintahannya.

“Jika Anda pernah bekerja dengan saya dan saya mendengar Anda memperlakukan kolega Anda dengan tidak sopan, saya berjanji akan memecat Anda di tempat, tidak ada kalau, tidak ada tapi,” tegas Biden dalam upacara pengambilan sumpah secara virtual, Januari 2021.

“Semua orang berhak diperlakukan dengan wajar dan penuh martabat,” lanjutnya.

Kejadian seperti ini bukanlah hal langka bagi pendahulunya, Donald Trump. Trump kerap kali tertangkap memaki jurnalis secara langsung dalam berbagai acara dengan pers.