Joe Biden Minta Vladimir Putin Redakan Ketegangan dengan Ukraina

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden berjalan ke Ruang Timur di samping Jenderal Angkatan Udara AS Jacqueline Van Ovost dan Letnan Jenderal Angkatan Darat AS Laura J. Richardson sebelum menyampaikan sambutan pada Hari Perempuan Internasional di Gedung Putih (8/3). Foto: Tom Brenner/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden berjalan ke Ruang Timur di samping Jenderal Angkatan Udara AS Jacqueline Van Ovost dan Letnan Jenderal Angkatan Darat AS Laura J. Richardson sebelum menyampaikan sambutan pada Hari Perempuan Internasional di Gedung Putih (8/3). Foto: Tom Brenner/REUTERS

Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meredakan ketegangan dengan Ukraina.

Permintaan Biden disampaikan terkait laporan Rusia mengerahkan personel militer ke perbatasan Ukraina. Dua negara pecahan Uni Soviet ini terlibat pertikaian di wilayah sengketa Crimea.

Tindakan Rusia memicu kecemasan di Eropa. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan khawatir dengan tingkah Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS

Kekhawatiran NATO bukan datang tanpa alasan. Laporan intelijen AS menyebut, peningkatan jumlah pasukan Rusia di perbatasan tertinggi sejak 2014. Saat itu adalah perang di timur Ukraina pecah.

Tidak ingin situasi memburuk, Gedung Putih mengatakan Biden langsung menelepon Putin,

"Biden menyampaikan concern atas pengerahan militer Rusia di wilayah pendudukan Crimea yang terletak di perbatasan Ukraina, dan mendesak Rusia mengurangi ketegangan," sebut pernyataan Gedung Putih.

Tentara Rusia di perbatasan Ukraina. Foto: Andrey Kronberg/AFP

Dalam kesempatan tersebut, Biden menawarkan pertemuan dengan Putin di tempat netral. Biden berharap keinginannya bertemu Putin bisa terlaksana dalam beberapa bulan ke depan.

Kremlin merespons ajakan Gedung Putih. Mereka memastikan siap melanjutkan dialog bahkan tanpa harus menerima ajakan pertemuan Biden-Putin.