Joe Biden Murka ISIS Meledakkan Bandara Kabul: Kami Akan Memburu Anda!

27 Agustus 2021 5:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden berpidato pada sesi gabungan Kongres di majelis DPR AS di Washington, AS, Rabu (28/4). Foto: Melina Mara/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden berpidato pada sesi gabungan Kongres di majelis DPR AS di Washington, AS, Rabu (28/4). Foto: Melina Mara/Pool via REUTERS
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menggelar konferensi pers terkait insiden ledakan di Bandara Kabul, Afghanistan. ISIS mengaku bertanggung jawab terhadap ledakan itu.
ADVERTISEMENT
ISIS menyebut, total ada 60 orang tewas akibat ledakan itu. Sementara 100 orang lebih dilaporkan luka-luka. Dari 60 korban tewas, 12 di antaranya merupakan tentara AS.
Joe Biden murka dengan peristiwa itu. Ia bersumpah dalam waktu dekat akan melakukan serangan balik. Biden juga sudah meminta Pentagon menyusun rencana serangan balik.
"Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan," kata Biden di Gedung Putih dengan nada tinggi dikutip dari Reuters, Jumat (27/8).
"Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar," tambah dia.
Foto satelit suasana di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan. Foto: Maxar/ via REUTERS
Lebih lanjut, Biden mengatakan proses evakuasi AS akan tetap berlanjut. Berjalan paralel, Biden ingin pasukan militer AS segera melakukan serangan balik.
"Saya juga telah memerintahkan komandan saya untuk mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset, kepemimpinan, dan fasilitas ISIS," ucap Biden.
ADVERTISEMENT
"Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan pada waktu kami, di tempat yang kami pilih dan saat yang kami pilih," tutup Biden.
Sebelumnya, ada dua ledakan di gerbang Bandara Kabul pada Kamis (26/8) sore. Jumlah korban tewas dan luka masih simpang siur.
Tapi ISIS menyebut, ledakan itu menyebabkan 60 orang tewas dan 100 orang luka-luka.
Serangan bom bunuh diri itu terjadi saat AS menggelar operasi evakuasi warga asing dan lokal. Operasi ini ditargetkan rampung pada 31 Agustus.