Joe Biden Pecat Direktur VOA yang Bebas Tugaskan Jurnalis Asal Indonesia

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Gedung Putih. Foto: Reuters/Yuri Gripas
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Gedung Putih. Foto: Reuters/Yuri Gripas

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memecat sejumlah pejabat senior lembaga penyiaran Voice of America (VOA). Mereka yang dipecat diduga terkait dengan mantan Presiden AS, Donald Trump.

Dilansir Associated Press, Sabtu (23/1), pemecatan ini juga dilakukan terhadap badan pengawas penyiaran internasional yang didanai AS.

Langkah 'bersih-bersih' ini dilakukan sehari setelah Biden dilantik, untuk mengantisipasi potensi Badan Media Global AS (USAGM) dijadikan saluran propaganda bagi pro-Trump.

Dilaporkan pada Kamis (21/1) kemarin, Direktur VOA, Robert Reilly, dan wakilnya, Elizabeth Robbins, dicopot dari jabatannya. Reilly dipecat hanya beberapa minggu menjabat posisi tersebut.

Biden juga menuntut CEO USAGM yang dipilih Trump, Michael Pack, untuk mengundurkan diri. Selain itu, USAGM juga mengumumkan Kepala Kantor Penyiaran Kuba, Jeffrey Shapiro, telah mengundurkan diri.

Bebas Tugaskan Jurnalis Asal Indonesia

Pemecatan Reilly dan Robbins ini juga terkait dengan dibebastugaskannya jurnalis senior VOA asal Indonesia, Patsy Widakuswara, dari posisinya sebagai koresponden VOA di Gedung Putih.

Patsy dibebastugaskan dari penempatannya di Gedung Putih beberapa jam setelah ia mencecar pertanyaan kepada Menteri Luar Negeri AS era Trump, Mike Pompeo, Senin (11/1) malam.

instagram embed

Kala itu, Patsy mengajukan pertanyaan apakah Pompeo menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump periode kedua, setelah kemenangan Biden telihat jelas.

Setelah pemecatan itu, dua pejabat yang mengetahui masalah tersebut menyebut Reilly dan Robbins dikawal keluar dari markas VOA oleh petugas keamanan. Namun, para pejabat itu bisa berbicara kepada AP dengan syarat anonim.

Sementara itu, usai pengunduran diri Pack, Biden menunjuk seorang jurnalis senior VOA, Kelu Chao, untuk memimpin sementara USAGM.

Pack sempat membuat kehebohan saat ia mengambil alih agensi itu pada 2020. Ia juga memecah dewan dari semua outlet di bawah kendalinya. Tindakan Pack ini menuai kritikan karena mengancam independensi editorial di bawah USAGM.

***

Simak video menarik di bawah ini: