Joe Biden soal Nyapres di 2024: Niat Kami Kembali Calonkan Diri

10 November 2022 9:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto: REUTERS
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengumumkan rencananya untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan umum presiden 2024 pada Rabu (9/11).
ADVERTISEMENT
Pria yang genap berusia 80 tahun pada 20 November nanti ini telah menghadapi segudang pertanyaan tentang masa jabatan keduanya. Seorang penasihat Biden menerangkan, diskusi tentang persiapan kampanye jelang pemilu sedang berlangsung.
Biden mengatakan, dia akan membuat keputusan akhir terkait pencalonan dirinya pada awal tahun depan. Biden menambahkan, keluarganya ingin dia mencalonkan diri kembali.
Presiden AS Joe Biden menaiki Air Force One sebelum keberangkatan dari Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, 19 Mei 2022, saat ia melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, dalam perjalanan pertamanya ke Asia sebagai Presiden. Foto: SAUL LOEB / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden menaiki Air Force One sebelum keberangkatan dari Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, 19 Mei 2022, saat ia melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, dalam perjalanan pertamanya ke Asia sebagai Presiden. Foto: SAUL LOEB / AFP
Keputusan ini dikatakan tidak ada hubungannya dengan saingannya pada pilpres 2020, mantan Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump. Dia diperkirakan akan mencalonkan diri pula.
"Niat kami adalah mencalonkan diri lagi, itulah niat kami," tutur Biden kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Kamis (10/11).
"Ini pada akhirnya adalah keputusan keluarga," lanjut Biden dengan istrinya, Jill, tampak duduk di dekatnya.
Mantan Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat umum menjelang pemilihan paruh waktu, di Mesa, Arizona, AS, Minggu (9/10/2022). Foto: Brian Snyder/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat umum menjelang pemilihan paruh waktu, di Mesa, Arizona, AS, Minggu (9/10/2022). Foto: Brian Snyder/REUTERS
Selama berbulan-bulan, Trump juga telah mengisyaratkan pencalonan presiden pada 2024. Trump mengaku akan membuat 'pengumuman yang sangat besar' pada Selasa (15/11).
ADVERTISEMENT
Dalam dua tahun pertamanya di Gedung Putih, Biden telah memperingatkan tentang ancaman terhadap demokrasi akibat Trump.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dia kerap menyinggung penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung Trump untuk membatalkan hasil pilpres pada 6 Januari 2021. Ketika ditanya tentang pandangan dunia soal situasi di AS, dia mengaku akan memastikan Trump tak akan pernah kembali berkuasa.
"Kami hanya perlu menunjukkan bahwa dia tidak akan mengambil alih kekuasaan bila dia mencalonkan diri, memastikan dia—di bawah upaya sah Konstitusi kita—tidak menjadi presiden berikutnya lagi," tegas Biden.
Gubernur Florida dari Partai Republik, Ron DeSantis, juga dianggap sebagai calon saingan Trump pilpres mendatang. Menanggapi risiko kompetisi antara Trump dan DeSantis, Biden mengatakan, akan menyenangkan baginya untuk menyaksikan mereka berhadapan.
Anak ikut orang tua memberikan suara pada Pemilu AS di Jeffersontown, Kentucky, AS, Selasa (3/11). Foto: BRYAN WOOLSTON/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anak ikut orang tua memberikan suara pada Pemilu AS di Jeffersontown, Kentucky, AS, Selasa (3/11). Foto: BRYAN WOOLSTON/REUTERS
Biden berbicara dalam suasana riang di Gedung Putih. Pasalnya, rekan-rekannya dari Partai Demokrat mendapati hasil yang lebih baik dari prediksi dalam pemilu sela. Pemilu untuk membentuk kembali Kongres AS itu diadakan pada Selasa (8/11).
ADVERTISEMENT
Partai Demokrat saat ini memegang mayoritas tipis di DPR AS maupun Senat AS. Mereka berharap dapat mempertahankan kendali atas DPR AS dan memperluas mayoritas di Senat AS.
Sebab, pengesahan undang-undang membutuhkan persetujuan dari kedua kamar Kongres AS. Surat suara mencantumkan seluruh 435 kursi di DPR AS, serta 35 dari 100 kursi di Senat AS.
Mendapati sedikit keuntungan, Partai Republik diperkirakan akan mengambil kendali DPR AS. Tetapi, pengambilalihan besar-besaran oleh partai tersebut yang sempat dikhawatirkan ternyata tidak terjadi.
"Itu adalah hari yang baik, menurut saya, untuk demokrasi," ungkap Biden.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020