News
·
7 Oktober 2020 7:16

Joe Biden Tolak Jalani Debat Kedua dengan Trump Jika Masih Positif COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Joe Biden Tolak Jalani Debat Kedua dengan Trump Jika Masih Positif COVID-19 (217267)
Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berpartisipasi dalam debat kampanye presiden 2020 pertama mereka di kampus Klinik Cleveland, di Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, AS. Foto: Reuters
Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, berbicara soal debat capres AS putaran kedua yang akan digelar 15 Oktober mendatang di Miami, Florida.
ADVERTISEMENT
Biden menegaskan dirinya tidak akan melakukan debat jika Donald Trump masih dinyatakan positif COVID-19.
"Jika dia masih mengidap COVID, kita tidak boleh berdebat," kata Biden dikutip dari Reuters, Rabu (7/10).
Biden sendiri sempat melakukan kontak erat dengan Trump saat debat pertama Selasa (29/9) di Cleveland. Namun ia telah melakukan pemeriksaan swab dan dipastikan negatif dari COVID-19.
Ia juga kembali melakukan tes swab pada Selasa (6/10) dan kembali dinyatakan negatif.
Sebelumnya, Biden mengatakan dirinya tidak keberatan melakoni debat kedua melawan Trump. Namun dengan catatan sesuai dengan rekomendasi para ahli dalam hal ini dokter.
“Jika para ilmuwan mengatakan bahwa itu aman dan jaraknya aman, maka saya pikir tidak masalah. Saya akan melakukan apa pun yang menurut para ahli adalah hal yang tepat untuk dilakukan," ucap Biden.
ADVERTISEMENT
Sementara Trump yang merupakan capres dari Partai Republik mengatakan dirinya saat ini dalam kondisi baik. Ia sudah pulang dari Rumah Sakit Militer Walter Reed dan kini sedang menjalani isolasi mandiri di Gedung Putih.
"Saya merasa baik! Jangan takut COVID, jangan biarkan hal itu (virus) mendominasi hidup Anda di bawah pemerintahan Trump kami telah mengembangkan beberapa obat dan pengetahuan yang sangat hebat," ucap Trump.
Trump sempat dirawat di RS Walter Reed sejak Jumat (2/10), setelah ia dan istrinya Melania Trump mengumumkan positif COVID-19. Tim dokter Kepresidenan AS mengatakan, kondisi Trump terus membaik sehingga bisa dipulangkan.