Johan Budi Capim KPK Terakhir Tes Wawancara Sesi I, Wartawan Boleh Meliput

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Johan Budi Sapto Pribowo menjalani uji wawancara seleksi capim KPK sesi I di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Johan Budi Sapto Pribowo menjalani uji wawancara seleksi capim KPK sesi I di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

Pansel menggelar tes wawancara sesi pertama bagi 10 calon pimpinan (Capim) KPK di Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (17/9). Mantan politikus PDIP, Johan Budi, menjadi peserta terakhir yang menjalani tes wawancara untuk sesi pertama ini.

Pada giliran Johan Budi diwawancara oleh panelis, wartawan diizinkan untuk meliputnya langsung ke dalam ruangan.

Padahal, dari peserta pertama, Agus Joko Pramono, hingga yang kesembilan, Ida Budhiati, awak media hanya diperkenankan mewawancarai peserta yang sudah selesai menjalani tes. Wartawan diperkenankan masuk ruang tes wawancara hanya sebentar untuk mengambil gambar.

Johan Budi Sapto Pribowo menjalani uji wawancara seleksi capim KPK sesi I di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Pansel KPK Ateh sempat beralasan larangan untuk meliput dan menyiarkan langsung jalannya tes wawancara Capim dilakukan dengan alasan keadilan.

Ia khawatir pertanyaan yang disampaikan kepada para calon yang menjalani wawancara lebih dulu akan bocor ke peserta berikutnya.

"Kurang adil buat peserta yang duluan maju, nanti bisa intip-intip pertanyaan," kata Ateh saat dikonfirmasi, Selasa (17/9) pagi.

Ateh menjelaskan, pelaksanaan wawancara tetap diawasi langsung oleh sejumlah undangan dari masyarakat sipil.

"Ada 40 orang undangan dari masyarakat sipil yang nonton juga kok, cuma tidak disiarkan live," bebernya.

Apa Alasan Pansel KPK Bikin Tes Johan Budi Terbuka?

"Saya itu mengundang ada 40 orang, itu dari ada LSM perguruan tinggi dan sebagainya, tapi saya lihat lah kok belum penuh, kosong. Saya takutnya kalau itu penuh kan ada wartawan sebanyak ini makin penuh, makanya saya bilang udah wartawan masuk aja," kata Ateh saat dikonfirmasi soal tes wawancara Johan Budi menjadi terbuka.

"Yang penting jangan disiarkan live, soalnya besok kan jadi enggak adil kan. Jadi dia udah belajar-belajar. Pertanyaannya ulang-ulang dia bisa paham situasinya kan lebih enak belakangan. Saya pikir boleh saja mau masuk, foto, videoin singkat, tapi jangan di-live-in, di-YouTube-in sepanjang ini," sambungnya.

Sesi tes wawancara akan berlanjut pada Rabu (18/9). Sementara untuk Dewas KPK akan digelar pada 19-20 September 2024.