Jokowi Ajak Masyarakat Doakan Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala Dilancarkan

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi memimpin ratas melalui sambungan video di Istana Negara, Jakarta. Foto: Dok. Biro Pers Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi memimpin ratas melalui sambungan video di Istana Negara, Jakarta. Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Presiden Jokowi menanggapi hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI AL yang hilang di perairan Bali pada Rabu (21/4). Jokowi mengajak seluruh lapisan masyarakat berdoa bersama, agar proses pencarian dan penyelamatan awak kapal berjalan lancar.

"Terakhir saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan upaya pencarian dan penyelamatan ini dilancarkan," kata Jokowi dalam keterangannya, Kamis (22/4).

Jokowi juga berharap pihak-pihak yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan kapal selam diberi kemudahan, dan awak kapal selam ditemukan dalam kondisi selamat.

"Diberikan kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala 402 dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat. Terima kasih," pungkasnya.

Kapal Selam KRI Nanggala-402. Foto: AFP

KRI Nanggala 402 merupakan salah satu kapal selam yang dioperasikan TNI AL. Kapal ini merupakan kapal selam buatan Jerman pada 1979.

Kapal yang cukup tua buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat disebut mampu melakukan penyelaman selama tiga bulan.

Dengan spesifikasi yang dimilikinya, kapal ini diklaim mampu menyelam hingga kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. KRI Nanggala 402 juga dilengkapi persenjataan 14 buah torpedo 21 inci dalam delapan tabung dengan jarak tembak hingga 2 mil.

KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak di perairan Bali. Kapal selam milik TNI AL itu hilang kontak saat melaksanakan latihan penembakan senjata strategis.